Nasib Nelayan; dihimpit, dijepit diberbagai sisi

5 Jul

Kesulitan mengimbangi pendapatan dan pengeluaran yang digunakan untuk melaut menjadi pokok persoalan yang terus menerus menghatui para nelayan. Kesulitan itu membuat nelayan tak lagi mencari penghasilan di laut, perahu hanya cukup diparkirkan di tepian sungai alias “lego jangkar”. Di Indramayu, nelayan pun mulai alih profesi, ada yang menjadi kuli angkut di TPI, buruh tani, buruh tambak udang atau ikan bandeng, sampai ada yang menjadi pemulung. Semua dilakukan nelayan untuk bisa bertahan hidup. Hasil dari alih profesi pun hitungannya tetap tak seberapa, sebab hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makan sehari-hari.

Ya begitulah kiranya gambaran nelayan Indramayu saat kenaikan BBM beberapa waktu yang lalU. Pemerintah sepertinya tidak mendengar jeritan para nelayan yang tengah terhimpit dan dijepit dari berbagai sisi. Sebut saja BBM yang merupakan nyawa bagi perahu nelayan dan kejaran rentenir yang terus menghantui mereka.

Boro-boro untuk biaya sekolah anak. Sudah sebulan sejak harga BBM naik banyak nelayan yang menahan akanya untuk tidak bersekolah. Jangan Tanya soal kebutuhan lain-lain di kalangan nelayan tradisional, bisa makan saja sudah untung. Disamping itu faktor alam juga sangat mempengaruhi kehidupan nelayan, meskipun masih bisa melaut tetapi hasilnya pun hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari

Kenaikan BBM menjadi biag keladi merosotnya kualitas kehidupan nelayan tradisional, bayangkan BBM naik dipastikan sembako juga naik, biaya berlayarpun juga pasti akan naik. Ditengah suasana yang serbasulit dan getir nelayan mengharapkan bantuan dari pemerintah dalam wujud apapun itu yang pasti bisa membuat ekonomi keluarga mereka berjalan.

Laut Jawa tak bisa lagi memberikan harapan, kecuali mimpi yang kini terkubur dalam-dalam, tertimbun keluh-kesah kesibukan mereka untuk bisa sekedar bertahan dari tekanan hidup sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: