Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu

7 Jul

“Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu” adalah sebuah nama komunitas yang terletak di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.Orang-orang biasa menyebutnya “Dayak Losarang” atau “Dayak Indramayu”

Beberapa penjelasan tentang komunitas ini :

  1. Kata “Suku” bukan berarti bahwa mereka bukanlah suatu etnik atau suku bangsa melainkan kata yang di ambil dari bahasa Jawa yang artinya “kaki”, yang mengandung filosifi bahwa tiap manusia mempunyai kaki untuk berjalan ke arah tujuan sesuai dengan keyakinannya masing-masing.
  2. “Dayak” bukan berarti mereka ada hubungan dengan Suku Dayak yang berada di Kalimantan. “Dayak” diambil dari kata “ayak” dalam bahasa Jawa yang bermakna menyaring atau memilih mana yang benar dan mana yang salah.
  3. “Hindu” bukan berarti mereka menganut agama Hindu. Melainkan artinya kandungan atau rahim. Yang berfilosofi bahwa semua manusia dilahirkan dari kandungan Ibu.
  4. “Budha” diambil dari kata “wuda” dalam bahasa Jawa artinya telanjang yang bermakna filosofis setiap manusia terlahir telanjang.
  5. Sedangkan “Bumi Segandu” bermakna kekuatan hidup.
Ajaran dari Dayak Indramayu ini disebut Sajarah Alam Ngaji Rasa. Yang mengajarkan tentang bagaimana tata cara atau pola hidup manusia dan “alam” sebagai ruang lingkupnya. Komunitas ini sangat menghormati kaum wanita, ini bisa dilihat dari sistem kekeluargaannya yang dimana wanita menjabat sebagai kepala keluarga.Penjelasan lain dari ketua adat adalah bahwa penggunaan kata “Hindu” dalam nama komunitas ini juga sebagai tanda bahwa mereka sangat meneladani peri kehidupan Pandawa lima. Sedangkan “Budha” karena mereka mengambil inti ajaran “aji rasa”(tepuk seliro) dan kesehajaan inti ajaran Budha yang diadatptasi oleh Dayak Indramayu ini.Dayak Indramayu ini juga ternyata punya masalah dengan MUI. MUI menilai bahwa Dayak Indramayu ini adalah aliran sesat dan meresahkan warga sekitar. Faktanya bahwa ajaran ini berdiri sendiri tidak bergantung pada suatu agama apapun dan sama sekali tidak meresahkan warga sekitar.


Ki Takmad(tengah)bersama dengan para pengikutnya.

Ketua sekaligus pendiri komunitas ini adalah Takmad Diningrat. Sebenarnya dia punya beberapa nama yaitu nama dari orang tua “Takmad”; nama dari Jawa “Takmad Diningrat”; dan nama dari agama “Paheran Takmad Diningrat.”dan para pengikutnya biasa memangil “Pak Tua”


Smilling Takmad Diningrat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: