Rob & Mangrove di Indramayu

14 Jul

Tanpa disadari aktivitas yang dilakukan masyarakat pesisir Indramayu untuk membabat habis hutan mangrove menimbulkan bencana yang hampir setiap tahunnya selalu terjadi. Persepsi masyarakat tentang keberadaan hutan mangrove yang hanya menjadi sarang malaria merupakan anggapan yang salah kaprah, terbukti dari gundulnya hutan mangrove diwilayah pesisir Indramayu menimbulkan abrasi yang menelan banyak kerugian bagi masyarakat pesisi Indramayu.

Perlu peran serta dari masyarakat dan pihak terkaita, dalam hal ini adalah pemerintah kabupaten Indramayu dalam menyelamatkan akeberadaan hutan mangrove sebagai penahan abrasi pantai. Dikeluarkannya Perda Nomor 13 Tahun 2002 saat kepemimpinan H. Irianto MS Syafiuddin atau akrab disapa Kang Yance, bupati waktu itu menjadi sebuah solusi dalam rangka upaya pelestarian hutan mangrove diwilayah Kabupaten Indramayu.

Dengan program yang dipertegas dengan terbitnya Perda tersebut, Pemda Indramayu bersama dengan masyarakat dan menggandeng organisasi sosial masyarakat berusaha merehabilitas hutan mangrove dengan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL). Aktivitas antara lain : Pengembangan kelembagaan pada tingkat masyarakat melalui kegiatan pelatihan dan sosialisasi; Kegiatan penanaman meliputi penyiapan bibit; Penanaman dan pemeliharaan; pengamanan dan pemantauan serta evaluasi.

Hasil yang didapat dan dirasakan adalah kurangnya dampak akibat rob air laut sekaligus keseimbangan ekosistem lingkungan dimana hutan mangrove dapat menjadi tempat kembang biak ikan dan berbagai hewan laut lainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: