Pengembangan UMKM di Kabupaten Indramayu

21 Jul

UMKM memiliki peranan yang sangat besar terhadap perekonomian di Indramayu. Tak ayal hal itu menjadi perhatian Yance Irianto, Bupati Indramayu 2000-2010 beliau menekankan pentingnya peningkatan daya saing UMKM Indramayu ditengah persaingan produk-produk dari daerah lain. Ini tak mengheran karena beberapa produk asli Indramayu justru diklaim daerah lain sebagai produk unggulannya seperti Kerupuk Udang desa Sindang, Blok Dukuh Indramayu justru menjadi produk unggulan di Cirebon dan Sidoarjo. Banyak masyarakat di Jawa lebih mengenal kerupuk Cirebon dan Sidoardjo, di banding kerupuk Indramayu.

Disini beliau melihat potensi dan unggulan komperatif yang di miliki Indramayu, dalam pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah, Yance menempuh kebijakan yang dapat mendukung tumbuh dan kembangnya usaha rakyat. Adapun kebijakan Yance antara lain:

  • Menciptakan iklim usaha yang kondusif;
  • Peningkatan akses terhadap sumber daya produktif;
  • Pengembangan kewirausahaan dan PKPM berkeunggulan komparatif;
  • Pengembangan dan revitalisasi industri;
  • Pengembangan PKM kelompok industri pendukung dan PKM potensial terpilih;
  • Penguatan institusi pasar;
  • Pengembangan ekspor;
  • Pengembangan perdagangan dalam negeri;

Yance juga mendorong Bank Perkreditan Rakyat (BPR) baik yang dimiliki Pemda Indramayu maupun non-pemerintah untuk aktif membina UMKM. Yance berharap, BPR itu kedepan mampu menjadi lini utama untuk membina UMKM yang belum berlabel menjadi UMKM yang layak dibiayai oleh bank umum. BPR milik Pemda Indramayu kini sebanyak 15 BPR yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Indramayu. Karena itu Yance juga getol membina BPR agar mampu membina UMKM secara optimal. Disamping itu untuk meningkatkan keterampilan di kalangan UMKM, juga di laksanakan pendidikan dan pelatihan dan bantuan modal kepada para pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Indramayu. Dari berbagai kebijakan yang ditempuh oleh Kang Yance untuk mengembangkan UMKM ini, sejumlah UMKM skala usahanya juga meningkat, hingga mereka mampu meningkatkan usahanya secara formal. Hal ini terlihat dari perkembangan jumlah usaha kecil yang memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Setidaknya, terdapat 1.008 perusahaan kecil, disamping 70 perusahaan skala sedang, dan 19 perusahaan besar.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: