Tradisi Sunda Ngaliwet

21 Jul

Tradisi Sunda Ngaliwet

Dari sekian banyaknya budaya Sunda, barangkali Ngaliwet masih jarang terdengar, tetapi bagi sebagian orang tradisi ini merupakan ajang silaturahmi dan wujud kebersamaan.  Khusus di wilayah priangan membuat nasi liwet dikenal dengan istilah ngaliwet. Ajakan seperti “urang ngaliwet yuk” sering dilontarkan untuk ajakan membuat masakan nasi liwet bersama-sama di wilayah priangan. Ya, bersama-sama, ngaliwet tidak seru kalau dilakukan sendirian atau berdua. Minimal empat orang untuk melakukan ngaliwet.

Tradisi Ngaliwet ini sebenarnya tidak hanya sebatas makan bersama, ada beberapa ritual didalamnya. Ritual tersebut diantaranya adalah membeli bahan masakan dengan biaya bersama atau patungan. Dan bisa juga menyumbang beberapa jenis bahan mentah untuk dimasak bersama-sama.

Tak kalah pentingnya memasak nasi liwet ini membutuhkan keahlian dan ketelitian. Sebelum memasak nasi, terlebih dahulu diawali dengan menggoreng irisan beberapa siung bawang merah. Biasanya dimasukan bumbu tambahan seperti daun salam, sereh, dan garam. Masak nasi liwet ini hanya sekali, maka takaran airnya harus pas. Jika tidak pas maka nasi liwet dimaksud akan menjadi setengah matang, dan sebaliknya jika kelebihan nanti akan menjadi seperti bubur. Itulah kenapa dibutuhkan keahlian dan ketelitian. Cara masak seperti ini awalnya dipakai untuk mengefektifkan waktu dalam memasak. Biasanya hal ini dilakukan saat sedang istirahat bekerja di sawah, hutan atau dalam perjalanan.

Sedangkan lauk yang disediakan bisa apa saja, seperti ikan teri, ayam, ikan, telur, dan lainnya. Ditambah dengan lalapan dan sambal. Untuk ikan asin biasanya dimasak cukup dengan disimpan di atas nasi yang hampir matang, sama halnya dengan lalapan, semua disimpan diatas nasi.

Satu hal yang unik dari Ngaliwet ini adalah setelah semuanya matang, maka akan disiapkan beberapa lembar daun pisang sebagai pengganti piring untuk menjadi alas makan. Semua nasi dan lauk pauk yang telah disiapkan disebar dan dibagi rata ke seluruh bagian daun pisang sesuai dengan jumlah orang yang ikut dalam ngaliwet ini. Cara makan inilah yang membuat Ngaliwet memiliki nuansa kebersamaan serta dapat mempererat tali silaturahmi. SUMBER : www. jawa-barat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: