Pekarangan Penyuplai Gizi Keluarga di Indramayu

25 Jul

Pemanfaatan pekarangan sebagai penyuplai gizi keluarga di Indramayu dirasakan belum maksimal, ini terlihat dari banyaknya pekarangan rumah yang hanya dijadikan taman dan secara ekonomi tidak ada keuntungannya. Padahal jika dilihat masyarakat akan menuai keuntungan jika dapat memanfaatkan pekarangan tersebut secara maksimal, seperti pemenuhan kebutuhan gizi yang pasti akan tercukupi baik jika pemanfaatan dilakukan secara maksimal.

Seperti data yang dilansir oleh Badan Pangan Dunia (FAO) bahwa kebutuhan sayuran adalah 65 kg/kapita/tahun sementara kebutuhan tersebut hanya terpenuhi sekitar 34,52 kg/kapita pertahun. Sedangkan tingkat konsumsi ikan di Indonesia sendiri rata-rata yang harus dipenuhi adalah sekitar 26.5 kg/kapita/tahun sementara di Indramayu, Jawa Barat masih diangka 23.86 kg/kapita/tahun.

Kebutuhan akan konsumsi sayur dan ikan tersebut bisa dipenuhi dengan pemanfaatan pekarangan sebagai penyuplai gizi keluarga. Seperti yang dilakukan Yance Irianto, Bupati Indramayu saat itu yang terus menggalakkan program pemanfaatan pekarangan sebagai penyuplai gizi keluarga dengan sasaran ibu-ibu tani, PKK tingkat desa, tokoh masyarakat, dan siswa siswi sekolah. Pemanfaatan pekarangan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan produksi holtikultura dan buah-buahan. Melalui program ini akan mampu meningkatkan produksi sayuran, buah-buahan dan tanaman obat untuk perbaikan gizi. Selain itu juga, untuk meningkatkan nilai tambah petani melalui kegiatan budidaya tanaman di lahan pekarangan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: