Perubahan Kultur Destruktif ke Konstruktif di Indramayu

4 Agu

Dalam masa pemerintahan Yance Irianto 2000-2001, perubahan kultur yang sangat signifikan cepat dilihat, tidak saja oleh masyarakat Indramayu, tetapi juga masyarakat di luar Indramayu yang dikenal memiliki kultur destruktif, pelan tapi pasti kini telah bergeser menuju kultur konstruktif. Bila di awal kepemimpian Yance, Indramayu selalu dikacaukan dengan tawuran antar warga, kini tawuran semacam itu telah terkubur seirama dengan bangkitnya kultur konstruktif di tengah-tengah masyarakat Indramayu, akibat transformasi yang dilakukan oleh Yance, tak berlebihan bila Yance mendapat julukan sebagai pemimpin yang revolusioner, sebuah sebutan yang menggambarkan keberaniannya dalam membuat berbagai terobosan. Dari sesuatu yang dianggap kebanyakan orang tidak mungkin, menjadi mungkin di tangan Yance. Ia mampu membalikkan sebuah keadaan yang “gelap” menjadi “terang”, karena itu ia merupakan reformis sejati.(www.kangyance.com)
Berbagai terobosan yang ia lakukan telah menuai keberhasilan di Indramayu, dan sudah sepantasnya jika Yance menggunakan pemikiran dan segala inovasinya untuk memajukan Jawa Barat walaupun dengan bentuk yang berbeda.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: