Yance & Revolusi Pendidikan

9 Agu

Perasaan Sudir, 45 tahun, bercampur aduk, ketika akhir tahun 2008, mendapat undangan dari Bupati Indramayu untuk menerima beasiswa bagi anaknya yang masih sekolah SD. Petani dari Desa Sukareja, Kecamatan Balongan, ini tidak menyangka akan mendapatkan kehormatan sebesar itu, bertemu dengan Bupati Indramamyu Dr. H. Irianto MS. Syaifuddin. Ia sesungguhnya nyaris putus asa menghadapi realitas hidup yang dirasakan sangat memberatkan.

Undangan itu bagai “dewa penyelamat”. Bagaimana mungkin ia bisa membiayai sekolah anaknya di SD, karena pada saat yang sama ia harus berjuang keras untuk mengobati empat anaknya yang masih kecil-kecil karena sakit flek.
Kedatangan Sudir ke Pendopo merupakan yang pertama kali dalam hidupnya. Ia memenuhi undangan Bupati H. Irianto, untuk menyelamatkan pendidikan anaknya Farid Abdullah guna meneruskan pendidikan SD di desanya. “Untuk biaya berobat saja kami kebingungan, harus dengan jerih payah. Syukur sekarang ada beasiswa sehingga sekolah anak saya tidak terputus.” Kata Sudir.

Apa yang dirasakan Sudir itu, hampir sama dengan apa yang dirasakan oleh ratusan orangtua siswa yang hadir di Pendopo Kabupaten Indramayu. Pada hari itu, Bupati Yance mengundang orangtua siswa dari keluarga tidak mampu untuk menerima beasiswa bagai anak SD. Sebanyak 6.871 siswa SD tidak mampu menerima beasiswa dari Pemda Indramayu untuk bisa melanjutkan pendidikannya. Kepada setiap siswa diberikan beasiswa sebesar Rp. 360.000.
Beasiswa bagi masyarakat tidak mampu ini juga diberikan oleh Kang Yance untuk anak-anak SMP dan SMA. Untuk tahun 2007 dialokasikan anggaran beasiswa transisi untuk SMP/MTS sebesar Rp. 9,9 miliar untuk menjangkau 31.003 siswa. Serta Rp. 4,4 miliar untuk 5.867 siswa SMA. Untuk anak SMA pada tahun 2008, Pemkab mengalokasikan beasiswa sebesar Rp. 10 miliar, untuk 10.387 siswa. Beasiswa itu diberikan untuk periode Januari-Desember 2008.
Pemberian beasiswa merupakan bagian dari “revolusi” pendidikan yang dilakukan Kabupaten Indramayu dibawah kepemimpinan Bupati H. Irianto. Ia menggulirkan program beasiswa sejak tahun 2002, setelah terpilih menjadi Bupati Indramayu, ia mengalokasi anggaran untuk beasiswa Rp.3 Miliar.

Sementara tahun berikutnya Rp. 3,5 miliar (2003), Rp. 3 miliar (2004), dan Rp. 8,5 miliar (2005). Jumlah tersebut untuk tahun berikutnya terus dinaikkan. Baginya, pendidikan merupakan jembatan emas untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui pendidikan diharapkan kabupaten Indramayu mampu melakukan lompatan-lompatan besar diberbagai sektor pendidikan. (SUMBER : www.kangyance.com)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: