Arsip | Ekonomi RSS feed for this section

Stok Elpiji Jabar Aman

11 Agu

Stok Elpiji Jabar Aman

Stok elpiji Jabar jelang Idul Fitri 1433 H dipastikan aman, hal tersebut sampaikan Sales Area Manager PT Pertamina Bandung Dwi Manovery saat menerima kunjungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar di Depo Pertamina Jl. Soekarno-Hatta Bandung Kemarin.

Dalam pantauan tersebut Dwi, menjelaskan bahwa persediaan gas untuk ukuran 3 kilogram saat ini masih mencukupi.

“Pertamina menjamin pasokan ketahanan elpiji disetiap SPBE (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji) mencapai 50 ton,” papar Dwi.

Lebih lanjut dia menuturkan stok tersebut akan terus ditambah selama periode 3 hari, sehingga stok akan aman hingga 8 hari kedepan (total 18.000 tabung gas). Di Jawa Barat sendiri setidaknya ada 118 SPBE khusus gas elpiji 3 kg dan agen sebanyak 591 titik dan pangkalan 17.000.

Untuk mengatasi keterlambatan pasokan akibat arus mudik, Pertamina menempatkan “Skidtank” atau kantong gas yang akan ditempatkan dititik tertentu sehingga akan meminimalisir terlambatnya pasokan gas. Operasi kesiapan Pertamina akan dilakukan dari H-10 hingga H+10 Lebaran, karena pada hari-hari tersebut penggunaan elpiji meningkat hingga 8 %.

Permintaan Dendeng Ikan Indramayu Meningkat 100 Persen

2 Agu

Permintaan Dendeng Ikan di Indramayu Jawa Barat meningkat pada pertengahan Ramadan ini. Akibatnya sejumlah perajin kewalahan karena bahan baku dipasaran tak sebanding dengan permintaan yang ada.

Rasmini perajin ikan dendeng di Indramayu mengatakan bahwa gejala peningkatan permintaan itu sudah terlihat sejak awalRamadhan. Permintaan tidak hanya dari lokal tetapi juga datang dari luar kota seperti Cirebon,Majalengka dan Jakarta. Sementara itu, jumlah tangkapan ikan segar nelayan beberapa pekan terakhir mulai berkurang. ” Kita kadang sering kehabisan. Sebab bahan ikan tak sebanyak bulan sebelumnya ” ujar Rasmini kepada wartawan Kamis (2/8)

Diungkapkan Rasmini, ikan dendeng merupakan makanan khas Indramayu. Makanan ini menjadi semacam lauk wajib masyarakat seperti halnya tahu dan tempe. Karena itu harganya juga murah. Makanan ini sering menjadi cadangan lauk, karena mampu bertahan lama meski tidak diawetkan dengan bahan kimia. Rasanya juga gurih karena sebelumnya diolah dengan bumbu khusus.

Rasmini menambahkan , pada hari biasa dalam satu hari dia mengolah sekitar 100- 200 kilogram dendeng ikan. Beberapa hari ini dia mengolah lebih dari 400 kilogram dan semuanya habis terjual.

Bulog Jamin Stok Beras 8 Bulan Ke Depan

31 Jul

Badan Urusan Logistik (Bulog) menjamin stok beras masih cukup untuk 8 bulan kedepan. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Direktur Utama Bulog, Sutarto Alimoeso, di kantornya, Jakarta, 30 Juli 2012.

“Cadangan beras cukup untuk 8,5 bulan ke depan kalau tidak ada bencana alam atau operasi pasar besar-besaran,” ungkap Sutarto.

Karena itu, mayarakat tidak perlu panik dan membeli beras secara berlebihan. Sutarto menjelaskan, Stok beras yang ada digudang Bulog tersebut dipenuhi dari pengadaan dalam negri serta sisa cadangan beras pemerintah. untuk pengadaan beras dalam negri sudah mencapai 2,57 juta ton. Surtarto meyakinkan dengan volume pengadaan itu, pemerintah bisa menekan angka impor beras.

Dari Jumlah pengadaan tersebut, Bulog menyalurkan beras untuk rakyat Miskin (Raskin) yang sudah mencapai 94,41 persen atau setara dengan 1,7 ton. Tahun ini pemerintah memutuskan ada pemberian raskin ke-13 yang akan disalurkan pada Agustus dengan kualitas beras medium dengan standar nasional Indonesia.

Dengan volume pengadaan yang cukup baik tersebut, Bulog optimis stok beras akhir tahun akan dapat memenuhi target yang diberikan pemerintah sebanyak 2,5 sampai 3 juga ton.

“Kami sudah buat simulasi dari Agustus sampai Desember itu berapa bisa dapat pengadaan tambahan. Kalau produksi seperti 2008, berarti Agustus kami bisa dapat tambahan 800 ribu ton, paling jelek 400 ribu ton,” ujarnya. SUMBER : jawa-barat.com

Bank Jabar Banten, Laba Bersih Meningkat

30 Jul

Bank Jabar Banten mengalami peningkatan Laba bersih mencapai Rp 600 Miliar. Perolehan ini meningkat sebanyak 10,3 % dari tahun 2011 dumana perolehan laba bersih pada tahun 2011 mencapai Rp 544 Miliar.

Menurut Vice Presiden Divisi Corporate Secretary BJBR di Jakarta, hari ini, Adang Kunandar, tren positif dari kinerja keuangan perseroan tidak lepas dari raihan pendapatan bunga perseroan yang mengalami peningkatan sekitar 19,4 persen, dari Rp2,81 triliun di semester I 2012 menjadi Rp3,36 triliun di semester I 2012.

Dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan sekitar 37,5 persen menjadi Rp49,79 triliun dari Rp31,12 triliun. Perseroan juga mencatat Net Performing Loan (NPL) stabil pada level 1,4 persen dan Return On Assets (ROA) 2,1 persen serta Return On Equity (ROE) sebesar 22,6 persen. SUMBER : www.jawa-barat.com

Bantuan Usaha bagi Masyarakat Miskin Indramayu

23 Jul

Berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Indramayu untuk mengatasi kemiskinan di Kabupaten Indramayu, Jabar, masalah kemiskinan adalah masalah yang cukup serius di Indramayu, ini disebabkan oleh faktor budaya setempat yang menganggap kemiskinan adalah hal yang biasa disamping itu gaya hidup yang cenderung konsumtif juga memiliki andil yang cukup besar terhadap kemiskinan di Indramayu.

Melalui upaya yang digencarkan Yance Irianto, Bupati Indramayu saat itu dalam rangka memberantas kemiskinan, terwujud berbagai program-program yang mempunyai tujuan untuk memberantas kemiskinan yang terjadi didaerahnya. Salah satUnya adalah pembekalan keterampilan dan program pelatihan yang pemberian bantuan modal usaha bagi mereka masyarakat miskin. Besarnya kepedulian dan perhatian Yance itu telah berhasil membantu mengubah kultur konsumtif sebagian penduduknya menjadi produktif.

Dalam upayanya tersebut Yance Irianto menggencarkan berbagai pelatihan dan bantuan kepada Usaha Ekonomi Produktif (UEP) pada 2008 dilaksanakan di Desa Leuwigesik, Kecamatan Krangkeng, Desa Cibereng, Kecamatan Terisi, dan Desa Karangkerta, Kecamatan Tukdana. Dan dalam usahanya untuk untuk mengentaskan kemiskinan beliau juga menyalurkan program pendampingan Kredit DAKABALAREA yang bekerja sama dengan PT. Bank Jabar untuk disalurkan kepada setidaknya 30 kelompok usaha dengan total anggaran Rp 372.500.000. Dimana masing masing kelompok bisa mendapatkan kredit modal usaha sebesar 5 juta rupiah s/d 20 juta rupiah.

Diharapkan dari penerimaan kredit usaha ini dapat meningkatkan kapasitas usahanya dan mampu menopang ekonomi kemuarga miskin dalam menjalani kehidupan sehingga mampu meningkatkan kemakmuran setiap masyarakat Indramayu agar tetap bertahan ditengah kompleksitas persoalan dalam masyarakat.

Pengembangan UMKM di Kabupaten Indramayu

21 Jul

UMKM memiliki peranan yang sangat besar terhadap perekonomian di Indramayu. Tak ayal hal itu menjadi perhatian Yance Irianto, Bupati Indramayu 2000-2010 beliau menekankan pentingnya peningkatan daya saing UMKM Indramayu ditengah persaingan produk-produk dari daerah lain. Ini tak mengheran karena beberapa produk asli Indramayu justru diklaim daerah lain sebagai produk unggulannya seperti Kerupuk Udang desa Sindang, Blok Dukuh Indramayu justru menjadi produk unggulan di Cirebon dan Sidoarjo. Banyak masyarakat di Jawa lebih mengenal kerupuk Cirebon dan Sidoardjo, di banding kerupuk Indramayu.

Disini beliau melihat potensi dan unggulan komperatif yang di miliki Indramayu, dalam pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah, Yance menempuh kebijakan yang dapat mendukung tumbuh dan kembangnya usaha rakyat. Adapun kebijakan Yance antara lain:

  • Menciptakan iklim usaha yang kondusif;
  • Peningkatan akses terhadap sumber daya produktif;
  • Pengembangan kewirausahaan dan PKPM berkeunggulan komparatif;
  • Pengembangan dan revitalisasi industri;
  • Pengembangan PKM kelompok industri pendukung dan PKM potensial terpilih;
  • Penguatan institusi pasar;
  • Pengembangan ekspor;
  • Pengembangan perdagangan dalam negeri;

Yance juga mendorong Bank Perkreditan Rakyat (BPR) baik yang dimiliki Pemda Indramayu maupun non-pemerintah untuk aktif membina UMKM. Yance berharap, BPR itu kedepan mampu menjadi lini utama untuk membina UMKM yang belum berlabel menjadi UMKM yang layak dibiayai oleh bank umum. BPR milik Pemda Indramayu kini sebanyak 15 BPR yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Indramayu. Karena itu Yance juga getol membina BPR agar mampu membina UMKM secara optimal. Disamping itu untuk meningkatkan keterampilan di kalangan UMKM, juga di laksanakan pendidikan dan pelatihan dan bantuan modal kepada para pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Indramayu. Dari berbagai kebijakan yang ditempuh oleh Kang Yance untuk mengembangkan UMKM ini, sejumlah UMKM skala usahanya juga meningkat, hingga mereka mampu meningkatkan usahanya secara formal. Hal ini terlihat dari perkembangan jumlah usaha kecil yang memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Setidaknya, terdapat 1.008 perusahaan kecil, disamping 70 perusahaan skala sedang, dan 19 perusahaan besar.