Arsip | Pemerintahan RSS feed for this section

Indramayu Naik Kelas

8 Agu

Sikap keras Yance untuk meningkatkan IPM itu semakin terasa percepatannya pada periode yang kedua kepemimpinannya. Ketika pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2005 menggulirkan Program Pendanaan Kompetisi Akselerasi IPM (PPK-IPM) Indramayu terpilih menjadi salah satu pilot project. Melalui program ini, kabupaten/kota se Jawa Barat diberikan kesempatan untuk bersaing mendapatkan dana dari Pemprov Jabar untuk program peningkatan IPM dengan mengajukan proposal. Pada tahun 2006 terpilih 9 daerah pemenang PPK-IPM. Lalu pada tahun 2007, ditetapkan enam daerah penerima PPK-IPM. Selama dua tahun berturut-turut, Indramayu memperoleh dana PPK-IPM.

Dengan perpaduan antara dana APBD dan dana PPK-IPM tersebut Indramayu berhasil menggeser posisi Kabupaten Cirebon, yang tidak mendapatkan dana PPK-IPM, menggeser posisis IPM terendah. Angka IPM Indramayu pada 2005 naik menjadi 65,93 mengalahkan Kabupaten Cirebon dengan IPM 65,51. Akan tetapi, naiknya IPM ini lebih disebabkan oleh naiknya Indeks Daya Beli (IDB). Sementara Indeks Pendidikan (IP) Indramayu masih dibawah Kabupaten Cirebon dan masih terendah di Jawa Barat. Namun mulai tahun 2007, posisi Indramayu perkembangan angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah maupun IPM cukup signifikan. Pada tahun 2007 angka melek huruf (AMH) mencapai 82,24 dan angka Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) mencapai 6,23 hingga menyumbang IPM 67,40. Begitu pula tahun 2008, AHM sebesar 88,58 dan RLS 6,51 dan IPM mencapai 68,64.

Dari gambaran tersebut memperlihatkan pergeseran kualitas pembangunan manusia di Indramayu. Bila di awal level Yance pada periode ke dua (2005-2006) level pembangunan manusia di Kabupaten Indramayu berada pada level menengah ke bawah (IPM antara 50,00-66,00), yaitu 64,48 (2005) dan 65,93 (2006). Pada 2007-2008 level pembangunan manusia di Kabupaten Indramayu sudah masuk pada level menengah atas (IPM antara 66,00-79) dimana IPM Indramayu mencapai 67,40 (2007) dan 68, 64(2008).

Angka-angka tersebut mengindikaasiskan adanya upaya keras dari Yance dalam menjalankan program untuk meningkatkan kualitas pembangunan manusia. Tak berlebihan bila pada tahun 2007 dan 2008, ia kebanjiran berbagai penghargaan yang terkait dengan kualitas pembangunan manusia. Pada tahun 2007 ia memperoleh penghargaan Pelaksana Terbaik Program Kompetisi Indeks Pembangunan Manusia (PPK-IPM) tingkat provinsi Jawa Barat dan Anugerah Aksara Tingkat Pertama Nasional. Sementara pada tahun 2008, H. Irianto dianugerahi award: Anugerah Aksara Tingkat Pertama Nasional, Vocational Award Kualifikasi Cluster, Penghargaan Tingkat Provinsi Jawa Barat atas Dukungan dan Komitmen Tertinggi dalam Peningkatan IPM di wilayahnya, dan Rintisan Wajar Dikdas 12 tahun di Jawa Barat.

Bagi Yance dalam meningkatkan kualitas pembangunaan manusia itu bukanlah sekedar untuk mengejar penghargaan. Yang lebih esensial baginya, dengan meningkatkan IPM, menjadi cermin program-program peningkatan kualitas manusia di Indramayu semakin dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Kalaupun di kemudian hari ada pihak yang mmeberikan penghargaan, ini merupakan dampak positif untuk memberikan motivasi, bahwa apa yang ia lakukan itu mengarah pada hal yang benar sebagaimana preferensi umum yang berlaku ditempat lain, baik secara regional, nasional maupun internasional. Bahkan capaian Kabupaten Indramayu dalam soal pendidikan ini juga telah diuji secara akademik oleh guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melalui desertasi doktornya dalam bidang Administrasi Pendidikan, hingga meraih predikat cumlaude. Yance menjadi salahsatu dari sedikit kepala daerah yang berhasil mengangkat pemerintahannya menjadi sebuah desertasi yang tentu saja memperkaya khasanah akademik di tanah air.

Peran Strategis Masjid di Indramayu

7 Agu

Sebagai pusat pengembangan Islam, Masjid dan Musholah/Langgar memiliki peranan strategis. Karena itu, Kang Yance juga menaruh perhatian besar dalam memberdayakan Masjid dan Mushola di wilayahnya. Pada tahun 2007 jumlah Masjid di Indramayu sebanyak 767 Masjid. Sementara Musholah sebanyak 4.011 yang tersebar di berbagai pelosok Bumi Wiralodra.

Disatu kelurahan terdapat lebih dari 10 Mushola itu merupahan hal biasa di Indramayu. Bahkan ada salah di salah satu desa, seperti Sliyeg, terdapat 18 Mushola dengan 1 Masjid. Masyarakat di desa tersebut menjalankan ibadahnya setiap hari di Mushola.Namun untuk kegiatan sholat Jum’at dan kegiatan memperingati hari besar Islam biasanya diselenggarakan di Masjid yang ada di desa itu.

Dalam memperdayakan Masjid, Yance lebih banyak menekankan pada pembinaan imam Masjid yang tergabung dalam Forum Komunitas Imam Masjid (Forkim). Pembinaan ini di perlukan, karena imam Masjid merupakan aset paling besar dan merupakan ujung tombak untuk melakukan transformasi sosial keagamaan kearah yang lebih baik. Mereka itu diberikan berbagai pelatihan yang bermanfaat serta diberikan tunjangan daerah sama dengan pegawai lainnya. Setidaknya 1.200 imam Masjid yang mendapatkan tunjangan daerah sebesar Rp.100.000,- perbulan.

Untuk meningkatkan pengelolaan Masjid, Yance menyarankan dilakukan penilaian-penilaian terhadap kinerja Masjid dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat pengembangan Islam. Terhadap masjid yang memiliki prestasi Bupati memberikan dana stimulan, untuk masjid yang menduduki peringkat I diberi stimulan sebesar Rp.25.000.000, Peringkat II diberi stimulan sebesar Rp.20.000.000, dan Peringkat III diberi stimulan sebesar Rp.15.000.000.
Yance memiliki keperdulian terhadap kegiatan Masjid.

Selain dalam bidang fisik, juga mendinamisir kegiatan-kegiatan di Masjid, baik itu berupa meningkatkan manajemen dan administrasi DKM melalui bentuk diskusi maupun seminar-seminar baik yang di selenggarakan Forkim, Imaroh, maupun DKM Masjid. Kepedulian Yance juga ditunjukan dengan seringnya pria kelahiran Ambon ini untuk menghadiri pengajian di Masjid yang ada di berbagai pelosok Kabupaten Indramayu.

Atas kepedulian Yance terhadap Pemberdayaan Masjid, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Dewan Masjid Indonesia Jawa-Barat pada tanggal 12 Februari 2007 Menganugerahkan DMI Award kepada bapak tiga orang anak ini, karena dinilai mendukung program pemberdayaan Masjid.

Perubahan Kultur Destruktif ke Konstruktif di Indramayu

4 Agu

Dalam masa pemerintahan Yance Irianto 2000-2001, perubahan kultur yang sangat signifikan cepat dilihat, tidak saja oleh masyarakat Indramayu, tetapi juga masyarakat di luar Indramayu yang dikenal memiliki kultur destruktif, pelan tapi pasti kini telah bergeser menuju kultur konstruktif. Bila di awal kepemimpian Yance, Indramayu selalu dikacaukan dengan tawuran antar warga, kini tawuran semacam itu telah terkubur seirama dengan bangkitnya kultur konstruktif di tengah-tengah masyarakat Indramayu, akibat transformasi yang dilakukan oleh Yance, tak berlebihan bila Yance mendapat julukan sebagai pemimpin yang revolusioner, sebuah sebutan yang menggambarkan keberaniannya dalam membuat berbagai terobosan. Dari sesuatu yang dianggap kebanyakan orang tidak mungkin, menjadi mungkin di tangan Yance. Ia mampu membalikkan sebuah keadaan yang “gelap” menjadi “terang”, karena itu ia merupakan reformis sejati.(www.kangyance.com)
Berbagai terobosan yang ia lakukan telah menuai keberhasilan di Indramayu, dan sudah sepantasnya jika Yance menggunakan pemikiran dan segala inovasinya untuk memajukan Jawa Barat walaupun dengan bentuk yang berbeda.

 

Memutus Rantai Birokrasi Berbelit di Indramayu

3 Agu

Didalam pemerintahannya di Indramayu 2000-2010, Yance selalu berusaha untuk menciptakan sebuah sistem, dimana rakyat yang mengusung dirinya menjadi penguasa tunggal di Indramayu, bisa bertemu dan berdialog dengan dirinya tanpa dibatasi dengan aturan protokoler dan birokrasi sebagaimana terjadi dalam tata kelola pemerintahan modern. Salah satu terobosan yang ia lakukan agar dirinya selalu dekat dengan rakyat adalah dengan menciptakan acara Rakyat Ketemu Bupati (RKB) yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Indramayu, setiap hari Jum’at. Di forum RKB inilah rakyat miskin bisa menyampaikan permasalahannya dan mendapatkan solusi dari bupati secara langsung.

Begitu besar minat masyarakat untuk menghadiri RKB, Bupati Yance juga menginstruksikan kepada seluruh camat di Indramayu untuk menyelenggarakan Rakyat Ketemu Camat (RKC) yang pelaksanaannya bersamaan dengan RKB pada hari Jum’at. Masyarakat yang berada di pelosok desa, untuk mengadukan permasalahannya yang dihadapi oleh diri dan lingkungannya, mereka tak perlu datang ke Pendopo

RKB dan RKC merupakan sebuah model komunikasi antara pimpinan dan rakyat yang menggabungkan antara kearifan lokal, system pemerintahan modern dan gaya kepemimpinan egaliter yang tidak hanya dilakukan secara verbal, tetapi juga aktual dan faktual. Ini sebuah inovasi dari sebuah proses pergumulan, seorang Bupati Irianto dalam mendorong mata rantai sebuah birokrasi yang kadang-kadang menghambat rakyat, khususnya penduduk miskin untuk memiliki akses langsung kepada bupati. Bila RKB dan RKC itu dikapitalisasikan tiap minggu, tiap bulan, dan tiap tahun, ternyata makin banyak penduduk miskin di Indramayu bisa ketemu dengan dirinya, serta semakin banyak yang bisa dicarikan solusinya. (baca: www.kangyance.com)

Terobosan-terobosan yang inovatif seperti diatas diharapkan mampu dibawa untuk memajukan Jawa Barat walaupun dengan bentuk yang berbeda.

 

Usaha memberantas Kemiskinan di Indramayu

27 Jul

Upaya memberantas kemiskinan di Kabupaten Indramayu tidak mudah karena terbelenggu faktor budaya yang membentuk pola kemiskinan kultural. Akibatnya, jumlah keluarga miskin terus bertambah, bahkan mencapai sepertiga dari total keluarga di kabupaten ini. Melihat luas lahan pertanian Indramayu yang mencapai 120.000 hektar dan potensi hasil tangkap ikan di laut yang melimpah, seharusnya tidak ada rakyat miskin.

Untuk pemberantasan kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Indramayu dibawah kepemimpinan Yance Irianto bupati Indramayu saat itu telah melakukan sejumlah program, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung seperti :

  • Penyusunan sistem informasi dan evaluasi secara terus menerus keberadaan kelompok masyarakat miskin dan nelayan.
  • Penyediaan sarana dan prasarana sosial ekonomi serta penyediaan pendampingan baik tenaga dan modal usaha untuk mengembangkan usaha.
  • Pengembangan sistem sosial yang sudah ada dan berjalan di masyarakat, usaha swasta dan pemerintah.

Selain itu setidaknya ada 5 pokok gerakan yang dilakukan Yance dalam rangka gerakan pemberantasan kemiskinan yaitu

  • Memberian bantuan kepada masyarakat miskin dan nelayan secara sistematis dalam rangka meningkatkan upaya mengurangi kemiskinan
  • Penyelenggaraan bimbingan pendidikan luar sekolah bagi anak jalanan.
  • Pemberian bea siswa bagi pelajar berprestasi dari keluarga tidak mampu dan nelayan
  • Penyuluhan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu

Gerakan pemberantasan kemiskinan yang digalakkan Kang Yance mampu mengangkat citra Indramayu yang pada awal kepemimpinan beliau, terpuruk dengan kemiskinan, menjadi kabupaten yang yang makmur, sejahtera dan menjadi contoh pembangunan bagi kabupaten lain.

 

 

Pengabdian Yance kepada rakyat Indramayu

27 Jul

Bagi Yance menjadi Bupati adalah sebuah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, begitu juga beliau juga harus senantiasa dekat dengan rakyatnya, ibarat sebuah kehidupan, rakyat telah menyatu dalam dirinya. Setiap nadi dan nafas hidupnya selalu diperuntukkan untuk rakyat. Dalam pembangunanpun Yance juga memberikan perhatian yang besar kepada rakyat kecil, ini sebagai wujud kecintaannya kepada rakyatnya. Tiada arti pembangunan, bila keberhasilan tidak dapat dinikmati oleh masyarakat di daerah terpencil, perbatasan, miskin, dan termarginalkan. Pembangunan semacam itu bisa menyeret ke tidak stabilan, tidak hanya di daerah, tetapi juga secara nasional. Karena itu, pembangunan harus bisa mensejahterakan rakyat tanpa pandang bulu.

Yance memang tidak bisa memisahkan dirinya dari rakyat. Ibarat sebuah kehidupan, rakyat telah menyatu dalam dirinya. Setiap nadi dan nafas hidupnya selalu diperuntukkan untuk rakyat. Untuk bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, yang paling bawah, Yance telah banyak melakukan debirokratisasi dan deliberalisasi pemerintahannya, agar lebih berpihak pada masyarakat. Kebijakan Rakyat Ketemu Bupati, Rakyat Ketemu Camat, Wajar Dikdas, berobat gratis, Optimalisasi BAZ dan Pendirian Yayasan Gempur Gakin merupakan contoh konkrit Bupati dalam memutus mata rantai birokrasi dalam memberikan pelayanan pada masyarakat serta sebagai wujud pengabdian untuk rakyat Indramayu. (www.kangyance.com)

 

Menciptakan Profesionalisme PNS Indramayu

26 Jul

Usaha untuk menciptakan profesionalisme PNS untuk dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, pegawai negeri sipil perlu meningkatkan kemampuannya untuk menunjang pekerjaan. Tak terkecuali usaha peningkatan profesionalisme dari PNS tersebut juga dilakukan di Kabupaten Indramayu.

Gagasan untuk menninigkatkan profesionalisme PNS Indramayu ini datang dari H. Irianto MS Syafiuddin atau akrab disapa Yance Irianto Bupati Indramayu yang menjabat tahun 2000-2010 menyikapi kurangnya kualitas PNS Indramayu, berbagai terobosan untuk meningkatkan mutu PNS tersebut adalah diantaranya menggencarkan pendidikan dan pelatihan bagi PNS, baik bagi pendidikan dan pelatihan prajabatan calon PNS daerah, pendidikan dan pelatihan teknis tugas dan fungsi bagi PNS daerah, maupun pendidikan dan pelatihan struktural bagi PNS daerah, untuk Diklatpim II, Diklatpim III dan Diklatpim IV. Langkah positif tersebut berhasil meningkatkan kemampuan dan profesionalisme

Dengan meningkatnya profesionalisme dari pegawai tersebut kelancaran memberikan pelayanan dan efektivitas kerja dapat tercapai dengan maksimal.