Arsip | Wisata RSS feed for this section

Kampung Sampireun Garut

9 Agu

Kampung Sampireun Garut

Kampung Sampireun Garut, Jawa Barat dengan keindahan alami nya mampu menunjang industri wisata di Garut, lokasinya yang terletak diDesa Sukakarya, Kecamatan Samarang akan memanjakan pengunjung dengan suasana pedesaan yang begitu kental.

begitu sampai disini satu jam perjalanan dari Bandung tidak akan terasa. Keeindahan danau seluas 1,4 hektare, hijaunya pepohonan, dengan rumah-rumah dari bambu yang dibangun begitu dekat dengan bibir danau menjadi pemandangan pertama begitu tiba di lobi kawasan pariwisata ini. Bambu, kayu, dan hijaunya alam memang menjadi unsur dominan desain di dalam dan luar pondok-pondok yang disebut cabana dan lanai.

Tak hanya bisa melihat keindahan alamnya, sensasi menyeberangi danau menggunakan sampan juga menjamin setiap pengunjung betah berlama-lama disini. Makanan khas Sunda yang selalu disajikan disini juga menambah mantap jadwal wisata.

Kampung Sampireun Resor dibangun di antara taman yang dikelilingi pepohonan bambu, yang membuat lingkungan terasa lengang tapi nyaman. Tempat peristirahatan ini didesain dengan nuansa kampung tradisional Sunda.

Di Kampung Sampireun Garut pada saat pagi hari pengunjung akan disuguhi berbagai jajanan tradisional Sunda yang dijajakan dari perahu oleh pengelola kampung.

Iklan

Kampung Naga

7 Agu

Kampung Naga

Sejarah/asal usul Kampung Naga menurut salah satu versi nya bermula pada masa kewalian Syeh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati dengan koordinat Latitude -7.363722 dan Longitude 107.994425, seorang abdinya yang bernama Singaparana ditugasi untuk menyebarkan agama Islam ke sebelah Barat. Kemudian ia sampai ke daerah Neglasari yang sekarang menjadi Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Di tempat tersebut, Singaparana oleh masyarakat Kampung Naga disebut Sembah Dalem Singaparana. Suatu hari ia mendapat ilapat atau petunjuk harus bersemedi. Dalam persemediannya Singaparana mendapat petunjuk, bahwa ia harus mendiami satu tempat yang sekarang disebut Kampung Naga.

Nenek moyang Kampung Naga yang paling berpengaruh dan berperan bagi masyarakat Kampung Naga “Sa Naga” yaitu Eyang Singaparana atau Sembah Dalem Singaparana yang disebut lagi dengan Eyang Galunggung, dimakamkan di sebelah Barat Kampung Naga. Makam ini dianggap oleh masyarakat Kampung Naga sebagai makam keramat yang selalu diziarahi pada saat diadakan upacara adat bagi semua keturunannya.
 Namun kapan Eyang Singaparana meninggal, tidak diperoleh data yang pasti bahkan tidak seorang pun warga Kampung Naga yang mengetahuinya. Menurut kepercayaan yang mereka warisi secara turun temurun, nenek moyang masyarakat Kampung Naga tidak meninggal dunia melainkan raib tanpa meninggalkan jasad. Dan di tempat itulah masyarakat Kampung Naga menganggapnya sebagai makam, dengan memberikan tanda atau petunjuk kepada keturunan Masyarakat Kampung Naga.
Ada sejumlah nama para leluhur masyarakat Kampung Naga yang dihormati seperti: Pangeran Kudratullah, dimakamkan di Gadog Kabupaten Garut, seorang yang dipandang sangat menguasai pengetahuan Agama Islam. Raden Kagok Katalayah Nu Lencing Sang Seda Sakti, dimakamkan di Taraju, Kabupaten Tasikmalaya yang mengusai ilmu kekebalan “kewedukan”. Ratu Ineng Kudratullah atau disebut Eyang Mudik Batara Karang, dimakamkan di Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, menguasai ilmu kekuatan fisik “kabedasan”. Pangeran Mangkubawang, dimakamkan di Mataram Yogyakarta menguasai ilmu kepandaian yang bersifat kedunawian atau kekayaan. Sunan Gunungjati Kalijaga, dimakamkan di Cirebon menguasai ilmu pengetahuan mengenai bidang pertanian.
Kampung Naga secara administratif berada di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat. Lokasi Kampung Naga tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Garut dengan kota Tasikmalaya. Kampung ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah Selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah Utara dan Timur dibatasi oleh sungai Ciwulan yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak tempuh dari Kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari Kota Garut jaraknya 26 kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah ditembok (Sunda sengked) sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai ke dalam Kampung Naga. SUMBER : www.jawa-barat.com

Lokasi:  Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.

Koordinat :  -7.363722 S, 107.994425 E
Telepon: (0265)  330165

Pantai Jayanti Cianjur

3 Agu

Pantai Jayanti Cianjur memang belum seterkenal pantai pangandaran atau pelabuhan ratu padahal pemandangan indah, air dan udara yang belum tercemar menjadikan pantai ini tak kalah menarik untuk dikunjungi para pecinta pemandangan alam.

Namun jarak yang jauh sekitar 143 km dari kota Cianjur serta sarana jalan yang belum memadahi memang menjadi kendala untuk menikmati pantai ini.

yang khas di pantai Jayanti adalah terdapat bangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), serta di depannya terdapat kios-kios pengecer ikan dan kios jajanan lain serta warung nasi yang dapat menyediakan ikan bakar sesuai pesanan.

Pantai Jayanti bisa ditempuh dari Kota Cianjur dan Bandung melalui dua ruas jalan, yakni ruas jalan Kota Cianjur-Sindangbarang-Cidaun dan Bandung-Ciwidey-Naringgul-Cidaun.

Pantai Jayanti Cianjur terus mengalami pembenahan seperti pembangunan dermaga, penanaman pohon perndang dan pembangunan kios untuk pedagang yang akan menambah apik kawasan wisata yang belum tercemar polusi ini. sumber :www.jawa-barat.com

The Jungle Water Adventure

20 Jul

The Jungle Water Adventure.-  Bogor Jawa Barat merupakan sebuah kawasan rekreasi yang bisa menjadi tujuan wisata keluarga. The Jungle juga kerap dijadikan sebagai tujuan wisata edukasi bagi anak-anak sekolah yang hendak berekreasi sambil belajar.

Banyak wahana peramainan yang ada di the jungle seperti Kiddie Pool, slide pool, sinema 4D, Rumah hantu, water massage, water bucket dan lainnya.Harga tiket di tempat wisata ini juga tidak terlalu menguras kantong alias murah yaitu Rp 30.000/orang untuk hari senin sampa jumat, dan Rp 50.000/orang untuk sabtu,minggu dan hari libur.

The Jungle Water Adventure Bogor beralamat di di jl. Pahlawan/jl. Dreded (setelah makam pahlawan dreded) dekat SMA 4 Bogor.   sumber : www.jawa-barat.com

Wisata Murah Meriah di Bandung Utara Indahnya Air Terjun Maribaya

16 Jul
Bagi sebagian besar penduduk Bandung, dan sekitarnya mana Maribaya tentunya sudah tidak asing lagi. Jika menyebut nama Maribaya, maka pikiran Anda terfokus pada lokasi obyek wisata di Bandung Utara yang letaknya di Lembang, dan masih mengasyikkan jika dikunjungi untuk menghabiskan waktu liburan.
Lokasi wisata di Jawa Barat ini memang bisa dibilang murah meriah, dan bisa dijangkau oleh lapisan masyarakat. Maribaya jika ditempuh dari Kota Bandung sekitar 15 km atau 5 km dari arah Timur Lembang. Untuk mencapai daerah wisata Maribaya dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan kota (angkot) ke arah Maribaya.
Maribaya dengan panorama keindahan alam nan sejuk bisa juga dilalui dengan cara tracking jika Anda gemar tracking lewat Dago, tepatnya Taman Hutan Raya Djuanda.
Jika Anda dari Lembang, bisa langsung naik angkutan ke arah Maribaya, atau bisa juga bawa mobil pribadi. Perjalanan ke Maribaya merupakan arah timur Lembang. Setelah melewati jalan kurang lebih 5 km Anda akan sampai di jembatan Maribaya. Tempatnya rindang dan sejuk. Selanjutnya anda bisa beli tiket dan masuk ke area wisata Maribaya.
Bila sudah sampai di Maribaya, Anda bisa melihat air terjun dan menimati dinginnya udara Maribaya sambil menikmati lezatnya jagung bakar atau ketan bakar. Tempat ini sangat cocok buat rehat bersama keluarga, lokasinya dingin, sejuk dan dibawah rindangnya vegetasi Maribaya.
Jika Anda ingin tracking ke Maribaya, bisa lewat Taman Hutan Raya Djuanda yang dapat kita tempuh dari Dago atau Bandung Utara.
Di Taman Hutan Raya Djuanda, Anda bisa beli tiket lalu masuk ke taman Djuanda. Perjalanan berikutnya anda lewat gua Belanda dan Jepang. Setelah tembus melewati jalan setapak, Anda akan disuguhi perjalanan indah dan hijau dengan menapaki jalan setapak.
Track ini sangat ramai pada hari Sabtu dan Minggu atau hari libur lainnya. Banyak keluarga melakukan tracking ke Maribaya.
Sebelum sampai di tujuan, Anda pun bisa melihat-lihat keanehan di sekitar gua Belanda dan Jepang. Anda bisa masuk ke gua Belanda dan Jepang dengan leluasa. Bila ingin mengetahui apa yang ada di dalam gua tersebut, sebaiknya Anda menyiapkan dulu senter sebagai alat penerangan sebelum masuk. Karena di dalam kedua gua tersebut sangat gelap. Bila tidak ingin repot-repot Anda bisa menyewa lampu senter di lokasi. Disebut gua Belanda dan Jepang, karena kedua tersebut merupakan bekas peninggalan pada jaman Belanda dan Jepang.
Bandrek haneut
Usai mengamati sekitar gua Belanda dan Jepang, maka Anda bisa rehat sejenak sambil menikmati bandrek haneut, minuman khas orang Bandung. Di warung tersebut tentu tidak hanya tersedia bandrek, tetapi makanan ringan lainnya yang jadi favorit orang Bandung, yakni bala-bala pun tersaji. Wow sungguh asyik dan nikmat.
Jernihnya air dari bukit Unggul mengalir hingga membentuk air terjun Maribaya. Gemericiknya air terjun Maribaya membawa kesejukan membikin suasana perjalanan semakin menambah asyik.
Jika kita sudah sampai di jembatan Maribaya, maka bisa melihat indahnya air terjun Maribaya dari jembatan. Biasa setiap pengunjung selalu beristirahat di jempatan Maribaya sambil menikmati pemandangan di sekitar yang mampu memanjakan mata. sumber : http://disparbud.jabarprov.go.id

Pulau Biawak sebagai andalan Indramayu

14 Jul

Satulagi tempat wisata yag bakal menjadi tujuan tempat wisata di Jawa Barat kebanggaan Indramayu yaitu Pulau Biawak, keberadaan pulau ini memang lebih dikenal oleh pecinta alam sebagai pulau kawasan konservasi biawak. Pulau biawak berada sekitar 40 km diutara Indramayu, pulau ini terus menjadi perhatian dari Pemkab Indramayu, saat kepemimpinan H. Irianto MS Syafiuddin atau akrab disapa Kang Yance, pulau ini dikelola dengan pengembangan fasilitas dan penataan didalamnya. Kini walaupun belum sepenuhnya merata pengembangan tersebut tetapi pulau biawak yang akan dikembangkan menjadi tempat wisata ini mempunyai suasana yang masih alami dan menjanjikan bagi pelaku industri pariwisata.

Peran swasta dalam usaha pengembangan Pulau Biawak sebagai bagian dari pariwisata baru di Indramayu memang diperlukan ini dimaksudkan agar percepatan pengembangan pulau biawak bisa terus berjalan sekaligus dapat memicu pertumbuhan ekonomi daerah khususnya Indramayu, Jabar.