Variasi Headband Hijab

8 Agu

Variasi Headband Hijab

Variasi Headband hijab kini mulai dilirik banyak wanita karena membuat gaya berjilbab tidak monoton seperti dulu, headband dapat kreasikan dengan berbagai jenis model dan gaya berhijab karena variasinya yang semakin banyak.

Headband juga bisa memberikan efek tertentu pada bentuk muka dan kepala, selain itu juga dapat merapikan anak rambut yang sering tak sengaja keluar saat memakai hijab. Namun ingat untuk memilih ukuran headband sesuaikan juga dengan volume kepala dan tumpukan jilbab, bila tumpukan jilbab bervolume besar gunakan pula ukuran yang besar, sebaliknya.

memakai headband berdetail kepang atau tali pada hijab kini banyak dilakukan karena menimbulkan kesan ceria, lebih muda dan berwarna. Hanya perlu menalikan headband kepang di atas jilbab yang berada dibagian bawah tumpukan rambut, atau dilingkarkan di tengah dahi dan di ikatkan kebelakang.

Variasi Headband Hijab tali ini juga mudah dibuat dengan menggunakan tiga tali sepatu bersih yang warnanya sesuai selera and, setelah itu kepang ketiga tali sepatu tersebut, sisakan sedikit untuk menalinya, bila ingin menambahkan kesan feminim tambahkan saja aksesori seperti bulu di ujung talinya. SUMBER : www.jawa-barat.com

Indramayu Naik Kelas

8 Agu

Sikap keras Yance untuk meningkatkan IPM itu semakin terasa percepatannya pada periode yang kedua kepemimpinannya. Ketika pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2005 menggulirkan Program Pendanaan Kompetisi Akselerasi IPM (PPK-IPM) Indramayu terpilih menjadi salah satu pilot project. Melalui program ini, kabupaten/kota se Jawa Barat diberikan kesempatan untuk bersaing mendapatkan dana dari Pemprov Jabar untuk program peningkatan IPM dengan mengajukan proposal. Pada tahun 2006 terpilih 9 daerah pemenang PPK-IPM. Lalu pada tahun 2007, ditetapkan enam daerah penerima PPK-IPM. Selama dua tahun berturut-turut, Indramayu memperoleh dana PPK-IPM.

Dengan perpaduan antara dana APBD dan dana PPK-IPM tersebut Indramayu berhasil menggeser posisi Kabupaten Cirebon, yang tidak mendapatkan dana PPK-IPM, menggeser posisis IPM terendah. Angka IPM Indramayu pada 2005 naik menjadi 65,93 mengalahkan Kabupaten Cirebon dengan IPM 65,51. Akan tetapi, naiknya IPM ini lebih disebabkan oleh naiknya Indeks Daya Beli (IDB). Sementara Indeks Pendidikan (IP) Indramayu masih dibawah Kabupaten Cirebon dan masih terendah di Jawa Barat. Namun mulai tahun 2007, posisi Indramayu perkembangan angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah maupun IPM cukup signifikan. Pada tahun 2007 angka melek huruf (AMH) mencapai 82,24 dan angka Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) mencapai 6,23 hingga menyumbang IPM 67,40. Begitu pula tahun 2008, AHM sebesar 88,58 dan RLS 6,51 dan IPM mencapai 68,64.

Dari gambaran tersebut memperlihatkan pergeseran kualitas pembangunan manusia di Indramayu. Bila di awal level Yance pada periode ke dua (2005-2006) level pembangunan manusia di Kabupaten Indramayu berada pada level menengah ke bawah (IPM antara 50,00-66,00), yaitu 64,48 (2005) dan 65,93 (2006). Pada 2007-2008 level pembangunan manusia di Kabupaten Indramayu sudah masuk pada level menengah atas (IPM antara 66,00-79) dimana IPM Indramayu mencapai 67,40 (2007) dan 68, 64(2008).

Angka-angka tersebut mengindikaasiskan adanya upaya keras dari Yance dalam menjalankan program untuk meningkatkan kualitas pembangunan manusia. Tak berlebihan bila pada tahun 2007 dan 2008, ia kebanjiran berbagai penghargaan yang terkait dengan kualitas pembangunan manusia. Pada tahun 2007 ia memperoleh penghargaan Pelaksana Terbaik Program Kompetisi Indeks Pembangunan Manusia (PPK-IPM) tingkat provinsi Jawa Barat dan Anugerah Aksara Tingkat Pertama Nasional. Sementara pada tahun 2008, H. Irianto dianugerahi award: Anugerah Aksara Tingkat Pertama Nasional, Vocational Award Kualifikasi Cluster, Penghargaan Tingkat Provinsi Jawa Barat atas Dukungan dan Komitmen Tertinggi dalam Peningkatan IPM di wilayahnya, dan Rintisan Wajar Dikdas 12 tahun di Jawa Barat.

Bagi Yance dalam meningkatkan kualitas pembangunaan manusia itu bukanlah sekedar untuk mengejar penghargaan. Yang lebih esensial baginya, dengan meningkatkan IPM, menjadi cermin program-program peningkatan kualitas manusia di Indramayu semakin dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Kalaupun di kemudian hari ada pihak yang mmeberikan penghargaan, ini merupakan dampak positif untuk memberikan motivasi, bahwa apa yang ia lakukan itu mengarah pada hal yang benar sebagaimana preferensi umum yang berlaku ditempat lain, baik secara regional, nasional maupun internasional. Bahkan capaian Kabupaten Indramayu dalam soal pendidikan ini juga telah diuji secara akademik oleh guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melalui desertasi doktornya dalam bidang Administrasi Pendidikan, hingga meraih predikat cumlaude. Yance menjadi salahsatu dari sedikit kepala daerah yang berhasil mengangkat pemerintahannya menjadi sebuah desertasi yang tentu saja memperkaya khasanah akademik di tanah air.

Kampung Naga

7 Agu

Kampung Naga

Sejarah/asal usul Kampung Naga menurut salah satu versi nya bermula pada masa kewalian Syeh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati dengan koordinat Latitude -7.363722 dan Longitude 107.994425, seorang abdinya yang bernama Singaparana ditugasi untuk menyebarkan agama Islam ke sebelah Barat. Kemudian ia sampai ke daerah Neglasari yang sekarang menjadi Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Di tempat tersebut, Singaparana oleh masyarakat Kampung Naga disebut Sembah Dalem Singaparana. Suatu hari ia mendapat ilapat atau petunjuk harus bersemedi. Dalam persemediannya Singaparana mendapat petunjuk, bahwa ia harus mendiami satu tempat yang sekarang disebut Kampung Naga.

Nenek moyang Kampung Naga yang paling berpengaruh dan berperan bagi masyarakat Kampung Naga “Sa Naga” yaitu Eyang Singaparana atau Sembah Dalem Singaparana yang disebut lagi dengan Eyang Galunggung, dimakamkan di sebelah Barat Kampung Naga. Makam ini dianggap oleh masyarakat Kampung Naga sebagai makam keramat yang selalu diziarahi pada saat diadakan upacara adat bagi semua keturunannya.
 Namun kapan Eyang Singaparana meninggal, tidak diperoleh data yang pasti bahkan tidak seorang pun warga Kampung Naga yang mengetahuinya. Menurut kepercayaan yang mereka warisi secara turun temurun, nenek moyang masyarakat Kampung Naga tidak meninggal dunia melainkan raib tanpa meninggalkan jasad. Dan di tempat itulah masyarakat Kampung Naga menganggapnya sebagai makam, dengan memberikan tanda atau petunjuk kepada keturunan Masyarakat Kampung Naga.
Ada sejumlah nama para leluhur masyarakat Kampung Naga yang dihormati seperti: Pangeran Kudratullah, dimakamkan di Gadog Kabupaten Garut, seorang yang dipandang sangat menguasai pengetahuan Agama Islam. Raden Kagok Katalayah Nu Lencing Sang Seda Sakti, dimakamkan di Taraju, Kabupaten Tasikmalaya yang mengusai ilmu kekebalan “kewedukan”. Ratu Ineng Kudratullah atau disebut Eyang Mudik Batara Karang, dimakamkan di Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, menguasai ilmu kekuatan fisik “kabedasan”. Pangeran Mangkubawang, dimakamkan di Mataram Yogyakarta menguasai ilmu kepandaian yang bersifat kedunawian atau kekayaan. Sunan Gunungjati Kalijaga, dimakamkan di Cirebon menguasai ilmu pengetahuan mengenai bidang pertanian.
Kampung Naga secara administratif berada di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat. Lokasi Kampung Naga tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Garut dengan kota Tasikmalaya. Kampung ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah Selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah Utara dan Timur dibatasi oleh sungai Ciwulan yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak tempuh dari Kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari Kota Garut jaraknya 26 kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah ditembok (Sunda sengked) sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai ke dalam Kampung Naga. SUMBER : www.jawa-barat.com

Lokasi:  Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.

Koordinat :  -7.363722 S, 107.994425 E
Telepon: (0265)  330165

Peran Strategis Masjid di Indramayu

7 Agu

Sebagai pusat pengembangan Islam, Masjid dan Musholah/Langgar memiliki peranan strategis. Karena itu, Kang Yance juga menaruh perhatian besar dalam memberdayakan Masjid dan Mushola di wilayahnya. Pada tahun 2007 jumlah Masjid di Indramayu sebanyak 767 Masjid. Sementara Musholah sebanyak 4.011 yang tersebar di berbagai pelosok Bumi Wiralodra.

Disatu kelurahan terdapat lebih dari 10 Mushola itu merupahan hal biasa di Indramayu. Bahkan ada salah di salah satu desa, seperti Sliyeg, terdapat 18 Mushola dengan 1 Masjid. Masyarakat di desa tersebut menjalankan ibadahnya setiap hari di Mushola.Namun untuk kegiatan sholat Jum’at dan kegiatan memperingati hari besar Islam biasanya diselenggarakan di Masjid yang ada di desa itu.

Dalam memperdayakan Masjid, Yance lebih banyak menekankan pada pembinaan imam Masjid yang tergabung dalam Forum Komunitas Imam Masjid (Forkim). Pembinaan ini di perlukan, karena imam Masjid merupakan aset paling besar dan merupakan ujung tombak untuk melakukan transformasi sosial keagamaan kearah yang lebih baik. Mereka itu diberikan berbagai pelatihan yang bermanfaat serta diberikan tunjangan daerah sama dengan pegawai lainnya. Setidaknya 1.200 imam Masjid yang mendapatkan tunjangan daerah sebesar Rp.100.000,- perbulan.

Untuk meningkatkan pengelolaan Masjid, Yance menyarankan dilakukan penilaian-penilaian terhadap kinerja Masjid dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat pengembangan Islam. Terhadap masjid yang memiliki prestasi Bupati memberikan dana stimulan, untuk masjid yang menduduki peringkat I diberi stimulan sebesar Rp.25.000.000, Peringkat II diberi stimulan sebesar Rp.20.000.000, dan Peringkat III diberi stimulan sebesar Rp.15.000.000.
Yance memiliki keperdulian terhadap kegiatan Masjid.

Selain dalam bidang fisik, juga mendinamisir kegiatan-kegiatan di Masjid, baik itu berupa meningkatkan manajemen dan administrasi DKM melalui bentuk diskusi maupun seminar-seminar baik yang di selenggarakan Forkim, Imaroh, maupun DKM Masjid. Kepedulian Yance juga ditunjukan dengan seringnya pria kelahiran Ambon ini untuk menghadiri pengajian di Masjid yang ada di berbagai pelosok Kabupaten Indramayu.

Atas kepedulian Yance terhadap Pemberdayaan Masjid, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Dewan Masjid Indonesia Jawa-Barat pada tanggal 12 Februari 2007 Menganugerahkan DMI Award kepada bapak tiga orang anak ini, karena dinilai mendukung program pemberdayaan Masjid.

Merawat Wajah Kering

6 Agu


Merawat wajah kering agar tak gampang menjadi terlihat tua, karena wajah kering lebih mudah menumbuhkan keriput di kulit wajah cantik anda. Tak bisa dipungkiri setiap akhluk hidup ingin tampil menarik dan sempurna. Begini Caranya merawat wajah kering anda agar tak mengganggu penampilan dan rasa percaya diri yang anda miliki.

Bersihkan wajah menggunakan air dingin, basuhlah wajah anda dengan menggunakan air dingin agar menjadi lembab.

  1. Sesuaikan produk perawatan wajah. Pilih produk perawatan wajah sesuai dengan iklim tempat tinggal anda. Jika kantor anda ber-AC gunakan pelembab atau alas bedak yang berbentuk krim. Sebaliknya, jika sering beraktivitas dibawah terik sinar matahari, jangan lupa untuk mengoleskan tabir surya setelah memakai pelembab wajah.
  2. Segeralah menggunakan produk perawatan anti-aging ketika tanda penuaan mulai muncul.
  3. Kulit kering lebih cepat keriput, jadi sering-seringlah anda tertawa. Karena tertawa itu dapat membuat anda awet muda dan dapat menunda penuaan dini.
post : 04 Aug, 2012
Tags :

Kang Yance Aktif Kunjungi Kader Golkar se-Jabar

6 Agu

Menurut survei yang dilakukan salahsatu lembaga menyatakan bahwa Kang Yance masuk dalam jajaran 3 besar calon favorit gubernur Jabar. Menurut survei tersebut prosentase Dede Yusuf 40%, Aher 22% sedangkan Yance 19%, atas raihan tersebut Yance terus mengadakan konsolidasi organisasi ke tiap-tiap daerah. Salah satu cara yang ditempuhnya dalam Bulan Ramadhan ini adalah melalui acara buka bersama.

Setiap hari Kang Yance yang juga mantan Bupati Indramayu 2 periode tersebut menyambangi pengurus dan kader DPD II Partai Golkar se-Jabar. Melalui acara tersebut (buka bersama -red) diharapkan akan terjalin komunikasi yang baik dengan pengurus dan kader tingkat II sehingga partai akan semakin solid untuk memenangkan Pilgub Jabar 2013 mendatang

 

Asep: Tina Talisa Siapkan Manuver Politik

4 Agu

Asep: Tina Talisa Siapkan Manuver Politik

.Banyaknya spanduk Tina Talisa, presenter yang juga mantan Mojang Bandung menghiasi sudut-sudut Kota Bandung diduga menyiratkan keinginannya untuk terjun ke dunia politik. Spanduk tersebut digunakan untuk mengukur sejauh mana respon masyarakat terhadap dirinya terkait pilkada maupun menjadi anggota dewan, demikian dikemukakan pengamat politik Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf saat dihubungi wartawan.

“Spanduk-spanduk Tina Talisa biar bagaimanapun tetap bermuatan politis,” terang Asep.

Untuk maju ke Pilkada memang Tina harus bersaing dengan para politisi dan beberapa tokoh dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) baik Pilgub maupun Pilkada Kota Bandung serta membutuhkan banyak dukungan.

Asep mengatakan bahwa spanduk yang dipasang tersebut merupakan modal awal untuk terjun ke dunia politik. Terkait dengan dengan isu Tina akan mendampingi salah satu politisi, Asep mengharap masyarakat sabar menanti.”Kita lihat aja besok seperti apa manuvernya”, pungkasnya. SUMBER : www.jawa-barat.com