Tag Archives: Bandung

Kampung Sampireun Garut

9 Agu

Kampung Sampireun Garut

Kampung Sampireun Garut, Jawa Barat dengan keindahan alami nya mampu menunjang industri wisata di Garut, lokasinya yang terletak diDesa Sukakarya, Kecamatan Samarang akan memanjakan pengunjung dengan suasana pedesaan yang begitu kental.

begitu sampai disini satu jam perjalanan dari Bandung tidak akan terasa. Keeindahan danau seluas 1,4 hektare, hijaunya pepohonan, dengan rumah-rumah dari bambu yang dibangun begitu dekat dengan bibir danau menjadi pemandangan pertama begitu tiba di lobi kawasan pariwisata ini. Bambu, kayu, dan hijaunya alam memang menjadi unsur dominan desain di dalam dan luar pondok-pondok yang disebut cabana dan lanai.

Tak hanya bisa melihat keindahan alamnya, sensasi menyeberangi danau menggunakan sampan juga menjamin setiap pengunjung betah berlama-lama disini. Makanan khas Sunda yang selalu disajikan disini juga menambah mantap jadwal wisata.

Kampung Sampireun Resor dibangun di antara taman yang dikelilingi pepohonan bambu, yang membuat lingkungan terasa lengang tapi nyaman. Tempat peristirahatan ini didesain dengan nuansa kampung tradisional Sunda.

Di Kampung Sampireun Garut pada saat pagi hari pengunjung akan disuguhi berbagai jajanan tradisional Sunda yang dijajakan dari perahu oleh pengelola kampung.

Iklan

Tahu Diperkecil Siasati Kenaikan Kedelai

27 Jul

Tahu ukurannya diperkecil untuk menyiasati atas kenaikan harga kedelai yang terjadi belakangan ini. Hal inilah yang juga dilakukan oleh produsen tahu di kawasan industri tahu di CIbuntu Kota Bandung.

“Biasanya satu cetakan itu memuat kapasitas 100 tahu. Sekarang satu cetakan dibuat untuk 110 hingga 120 tahu,” ungkap Ule Sulaeman (60), salah satu pemiliki pabrik tahu di kawasan Cibuntu, Kota Bandung.

Seperti kita ketahui jika 4 hari terakhir ini terjadi kenaikan harga pada kacang kedelai yang mencapai 8 ribu perkilonya.

“Bukan saya saja yang mengeluh, produsen di Cibuntu ini juga sama merasa berat,” ucap Ule

Hal inilah langkah yang diambil oleh Ule untuk tidak merubah harga pada tahu tersebut. Memang harga kedelai untuk sekarang ini lagi membumbung tinggi. Tahu diperkecil, untuk siasati kenaikan harga dari kedelai. (www.jawa-barat.com)

 

DPRD Jabar usulkan Cirebon jadi ibukota

26 Jul


DPRD Jabar usulkan Cirebon jadi ibukota, usul kepindahan ibukota dari Bandung menuju Cirebon ini mengemuka di kalangan anggota DPRD Jawa Barat untuk meredam tuntutan warga Cirebon yang ingin memisahkan diri dari Jawa Barat.

“Jika wacana ini bisa mengemuka dan disetujui, maka bisa meredam masyarakat Cirebon yang ingin memisahkan diri dari Jawa Barat,” kata anggota Komisi A DPRD Jawa Barat, Deden Darmansyah di gedung DPRD Jawa Barat, Rabu 25 Juli 2012.

Usulan provinsi Cirebon ini pernah dibahas Pemerintah provinsi Jawa Barat yang akan memperbesar wilayah “Cirebon Metropolis”

“Memekarkan wilayah Cirebon Metropolis ini perlu kajian mendalam. Bahkan Perdanya perlu pembahasan lebih lanjut. Namun untuk pemindahan ibukota Jawa Barat ke Cirebon bisa sesegera mungkin, karena jelas acuan serta peraturannya,” ungkap Deden.

Mengenai DPRD Jabar usulkan Cirebon Jadi ibukota tokoh masyarakat yang berasal dari Cirebon Irianto MS Syafiudin atau Kang Yance mengemukakan, agar ada kajian khusus untuk memindahkan Ibukota dari Bandung ke Cirebon.

“Pemprov harus memperhatikan lebih kemakmuran serta kesejahteraan warga Cirebon. Namun juga jangan dijadikan alat politis untuk meredam keinginan murni masyarakat Cirebon,” papar Yance.

Bupati KBB Tak Teken MoU Pendanaan Pilgab

19 Jul

Bandung – Acara penandatangan kesepahaman bersama (memorandum of understanding-MoU) tak dihadiri Bupati Bandung Barat Abubakar. Kehadirannya diwakilkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Kabupaten Bandung Barat (KBB) Maman S Sunjaya. Otomatis Bupati KBB itu tidak menandatangani kesepahaman soal pendanaan.


Kehadiran Abubakar memang sangat ditunggu. Pasalnya DPRD KBB dan Pemkab KBB sudah jauh hari menolak pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) KBB yang digabung dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar pada 24 Februari 2013.

“Saya hanya menghadiri undangan ini mewakili Bupati. Soal lainnya nanti saja. Saya sebagai aparat pemerintahan hanya ingin menyampaikan bahwa saya datang menghadiri undangan dan menyampaikan surat dari DPRD tembusan kepada Gubernur Jabar,” kilah Maman di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Selasa (17/7/2012).

Hal itu dikatakan Maman usai menghadiri penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama antara Pemprov Jabar, Pemkab Sumedang, Pemkab Bandung Barat, Pemkot Cirebon, dan Pemkot Sukabumi tentang Pendanaan Bersama Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2013 di Ruang Sanggabuana Gedung Sate.

Saat ini, lanjut Maman, pihaknya masih menunggu fatwa Mahkamah Agung soal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Gabungan (Pilgab). Terlebih DPRD KBB telah mengirim surat permohonan fatwa MA yang belum ada jawabannya.

“Kita dapat surat dari DPRD KBB tentang fatwa MA yang belum turun. Soal menunggu fatwa turun atau bagaimana, kita lihat saja. Soalnya bukan wewenang saya untuk menjawabnya. Hanya itu yang saya baca dari surat DPRD tentang belum turunnya fatwa MA. Surat DPRD itu ditindaklanjuti oleh Bupati, untuk disampaikan ke Pak Gub (Gubernur),” tegasnya SUMBER ; http://www.inilahjabar.com

Wisata Murah Meriah di Bandung Utara Indahnya Air Terjun Maribaya

16 Jul
Bagi sebagian besar penduduk Bandung, dan sekitarnya mana Maribaya tentunya sudah tidak asing lagi. Jika menyebut nama Maribaya, maka pikiran Anda terfokus pada lokasi obyek wisata di Bandung Utara yang letaknya di Lembang, dan masih mengasyikkan jika dikunjungi untuk menghabiskan waktu liburan.
Lokasi wisata di Jawa Barat ini memang bisa dibilang murah meriah, dan bisa dijangkau oleh lapisan masyarakat. Maribaya jika ditempuh dari Kota Bandung sekitar 15 km atau 5 km dari arah Timur Lembang. Untuk mencapai daerah wisata Maribaya dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan kota (angkot) ke arah Maribaya.
Maribaya dengan panorama keindahan alam nan sejuk bisa juga dilalui dengan cara tracking jika Anda gemar tracking lewat Dago, tepatnya Taman Hutan Raya Djuanda.
Jika Anda dari Lembang, bisa langsung naik angkutan ke arah Maribaya, atau bisa juga bawa mobil pribadi. Perjalanan ke Maribaya merupakan arah timur Lembang. Setelah melewati jalan kurang lebih 5 km Anda akan sampai di jembatan Maribaya. Tempatnya rindang dan sejuk. Selanjutnya anda bisa beli tiket dan masuk ke area wisata Maribaya.
Bila sudah sampai di Maribaya, Anda bisa melihat air terjun dan menimati dinginnya udara Maribaya sambil menikmati lezatnya jagung bakar atau ketan bakar. Tempat ini sangat cocok buat rehat bersama keluarga, lokasinya dingin, sejuk dan dibawah rindangnya vegetasi Maribaya.
Jika Anda ingin tracking ke Maribaya, bisa lewat Taman Hutan Raya Djuanda yang dapat kita tempuh dari Dago atau Bandung Utara.
Di Taman Hutan Raya Djuanda, Anda bisa beli tiket lalu masuk ke taman Djuanda. Perjalanan berikutnya anda lewat gua Belanda dan Jepang. Setelah tembus melewati jalan setapak, Anda akan disuguhi perjalanan indah dan hijau dengan menapaki jalan setapak.
Track ini sangat ramai pada hari Sabtu dan Minggu atau hari libur lainnya. Banyak keluarga melakukan tracking ke Maribaya.
Sebelum sampai di tujuan, Anda pun bisa melihat-lihat keanehan di sekitar gua Belanda dan Jepang. Anda bisa masuk ke gua Belanda dan Jepang dengan leluasa. Bila ingin mengetahui apa yang ada di dalam gua tersebut, sebaiknya Anda menyiapkan dulu senter sebagai alat penerangan sebelum masuk. Karena di dalam kedua gua tersebut sangat gelap. Bila tidak ingin repot-repot Anda bisa menyewa lampu senter di lokasi. Disebut gua Belanda dan Jepang, karena kedua tersebut merupakan bekas peninggalan pada jaman Belanda dan Jepang.
Bandrek haneut
Usai mengamati sekitar gua Belanda dan Jepang, maka Anda bisa rehat sejenak sambil menikmati bandrek haneut, minuman khas orang Bandung. Di warung tersebut tentu tidak hanya tersedia bandrek, tetapi makanan ringan lainnya yang jadi favorit orang Bandung, yakni bala-bala pun tersaji. Wow sungguh asyik dan nikmat.
Jernihnya air dari bukit Unggul mengalir hingga membentuk air terjun Maribaya. Gemericiknya air terjun Maribaya membawa kesejukan membikin suasana perjalanan semakin menambah asyik.
Jika kita sudah sampai di jembatan Maribaya, maka bisa melihat indahnya air terjun Maribaya dari jembatan. Biasa setiap pengunjung selalu beristirahat di jempatan Maribaya sambil menikmati pemandangan di sekitar yang mampu memanjakan mata. sumber : http://disparbud.jabarprov.go.id

Perekrutan Pemain Diserahkan Sepenuhnya ke Pelatih

16 Jul

Bandung – Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Umuh Muchtar menyerahkan sepenuhnya perekrutan pemain Maung Bandung musim depan kepada pelatih.

Di lain sisi, dia mengatakan perubahan skuad Persib untuk musim depan tetap akan ada, meski tidak terlalu besar.
Ketika ditanya persentase perombakan yang kan dilakukan, Umuh belum mau mengungkapnya secara gamblang. Dirinya mengatakan baru akan menjawab setelah melakukan musyawarah dan kesepakatan bersama dengan yang lain, yakni manajemen PT PBB.

“Kalau persentase saya belum bisa mengatakan. Nanti lah kita tunggu dulu, kita juga harus duduk satu meja dengan yang lain. Yang pasti, nanti pelatih yang menentukan untuk perekrutan pemain. Saya serahkan semuanya kepada pelatih di musim depan, biar enak,” katanya kepada wartawan di sela-sela acara ulang tahun Bomber, Minggu (15/7/2012)

SUMBER : http://www.inilahjabar.com

 

Beras Organik asal Indramayu

12 Jul

Beras organik memiliki nilai jual lebih jika dibandingkan dengan beras biasa, juga masa tanam yang lumayan lama, tetapi bisa dipastikan beras organik ini bebas dari kontaminasi pestisida. Inilah yang menjadi alasan orang untuk mengkonsumsi beras organik.

Salahsatu penghasil beras organik yang sudah masuk ke pelbagai mall di Jakarta, Bandung salahsatunya adalah Kabupaten Indramayu, daerah ini merupakan daerah penghasil beras organik yang cukup diperhitungkan di Jawa Barat. Ini semua berkat hasil program intensifikasi pertanian yang digulirkan oleh H. Irianto MS Syaffiuddin atau akrab disapa Kang Yance (Bupati Indramayu 2000-2010). Dengan pengembangan yang gencar dilakukan oleh beliau kini banyak lahan pertanian baru mulai dikembangkan, ini dikembangkan untuk mengantisipasi permintaan beras organik di pasaran.

Upaya Kang Yance tersebut mampu meningkatkan nilai jual produk pertanian di Indramayu sekaligus serta meningkatkan perekonomian masyarakat petani.