Tag Archives: Jabar

Kang Yance Silaturahmi ke Ponpes

11 Agu

Sebagai calon gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua DPD Golkar Jabar, Kang Yance sapaan akrab Dr. H. Irianto MS Syafiuddin dalam sosialisasinya mengunjungi sejumlah pondok pesantren di wilayah Jabar. Kali ini Kang Yance mengunjungi Ponpes Asy-Syarifiyah di Kompleks Cidangdeur, Desa Girimukti, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut beberapa waktu yang lalu.

Kedatangan Kang Yance yang juga merupakan calon gubernur Jawa Barat tersebut disambut hangat puluhan pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Garut. Dalam kesempatan itu pula hadir Bupati Garut, Aceng HM Fikri didampingi pimpinan Ponpes Asy Syarifiyah, KH Syarif Hidayatullah.

Dalam acara silaturahmi tersebut, puluhan kyai kharismatik menyatakan dukungannya kepada Kang Yance pada Pilgub Jabar 2013 yang akan datang. Mereka sangat mengapresiasi program-program beliau yang yang tidak hanya mmeberikan kecerdasan intelektual tetapi juga memberikan kecerdasan spiritual dan Kang Yance merupakan pemimpin yang dikenal dekat dengan ulama.

“Kang Yance sudah sangat layak untuk memimpin Jabar, para ulama sudah bulat untuk memilih Kang Yance pada Pilgub yang akan datang” terang KH. Syarif Hidayatullah.

Sependapat dengan KH. Syarif Hidayatullah, Pengasuh Ponpes Al Fadilah Limbangan, H. Abdul Rozak, sangat berkesan dan tertarik dengan visi REMAJA saat Kang Yance menjabat Bupati Indramayu hingga Indramayu kental dengan nilai-nilai religius.

 

 

Jabar Butuh Pemimpin Yang Cerdas

31 Jul

Jabar yang mempunyai wilayah yang sangat luas tentu saja mempunyai problemantika yang sangat beragam di masing-masing daerah, keberagaman ini mengharuskan seorang pemimpin yang harus mempunyai keunggulan dan kecerdasan dalam mengembangkan program yang berkaitan dengan pemerintahan dan kesejahteraan masyarakatnya.

Tampilnya Yance Irianto seolah menjadi harapan baru masyarakat Jawa Barat menyikapi kepemimpinan selama ini yang cenderung berjalan lambat dan pasif, program-program yang dijalankannya pun hanya meneruskan program yang terdahulu dan terkesan kurang inovatif.

Selama beliau menjabat sebagai Bupati Indramayu, Yance telah membuktikan diri sebagai seorang inovator dengan program “Remaja”-nya. Meski tak harus sama, namun gagasan-gagasan dan inovasi Kang Yance sangat dibutuhkan untuk membangun propinsi Jawa Barat.

Yance adalah seorang yang tegas, berani,cerdas dan revolusioner, Jawa barat membutuhkan figur Gubernur yang seperti Yance yang berani, merancang inovasi-inovasi baru yang ternyata berhasil memajukan Indramayu.

Jawa Barat ini tidak membutuhkan pemimpin copy paste (peniru red.), harus mempunyai gagasan-gagasan yang cerdas demi rakyatnya, harus ada yang berani dan membawa daerah dan rakyatnya menjadi lebih baik dan sejahtera.

 

Kegiatan Safari Ramadhan Yance Irianto

30 Jul

Kegiatannya untuk menjaring aspirasi masyarakat di wilayah Jabar di bulan Ramadhan ini, Yance selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengan masyarakat melalui kegiatan Safari Ramadhan.

Kali ini program safari ini dilakukan di Singaraja, Bogor sebuah desa yang tak pernah tersentuh oleh kunjungan pejabat Jawa Barat. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Yance untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan program-programnya jika terpilih menjadi Gubernur Jabar.

Warga masyarakat di Singarajaa, Bogor rupanya sangat menyukai gaya kepemimpinan Yance yang cerdas, lugas, tegas, dan amanah. Gaya kepemimpinan tersebut telah berhasil memajukan Indramayu, dan masyarakat Singaraja berharap agar kepemimpinannya tersebut dapat dibawa untuk memajukan seluruh Jabar.

Pekarangan Penyuplai Gizi Keluarga di Indramayu

25 Jul

Pemanfaatan pekarangan sebagai penyuplai gizi keluarga di Indramayu dirasakan belum maksimal, ini terlihat dari banyaknya pekarangan rumah yang hanya dijadikan taman dan secara ekonomi tidak ada keuntungannya. Padahal jika dilihat masyarakat akan menuai keuntungan jika dapat memanfaatkan pekarangan tersebut secara maksimal, seperti pemenuhan kebutuhan gizi yang pasti akan tercukupi baik jika pemanfaatan dilakukan secara maksimal.

Seperti data yang dilansir oleh Badan Pangan Dunia (FAO) bahwa kebutuhan sayuran adalah 65 kg/kapita/tahun sementara kebutuhan tersebut hanya terpenuhi sekitar 34,52 kg/kapita pertahun. Sedangkan tingkat konsumsi ikan di Indonesia sendiri rata-rata yang harus dipenuhi adalah sekitar 26.5 kg/kapita/tahun sementara di Indramayu, Jawa Barat masih diangka 23.86 kg/kapita/tahun.

Kebutuhan akan konsumsi sayur dan ikan tersebut bisa dipenuhi dengan pemanfaatan pekarangan sebagai penyuplai gizi keluarga. Seperti yang dilakukan Yance Irianto, Bupati Indramayu saat itu yang terus menggalakkan program pemanfaatan pekarangan sebagai penyuplai gizi keluarga dengan sasaran ibu-ibu tani, PKK tingkat desa, tokoh masyarakat, dan siswa siswi sekolah. Pemanfaatan pekarangan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan produksi holtikultura dan buah-buahan. Melalui program ini akan mampu meningkatkan produksi sayuran, buah-buahan dan tanaman obat untuk perbaikan gizi. Selain itu juga, untuk meningkatkan nilai tambah petani melalui kegiatan budidaya tanaman di lahan pekarangan.

 

Partai Golkar Bangun Konsolidasi

24 Jul

Sebagai langkah awal usaha Golkar Jabar untuk memenangi Pilgub Jabar yang akan digelar tahun depan, Yanace Irianto Ketua DPD Golkar Jabar yang juga merupakan calon tunggal yang diusung Partai Golkar ini sudah sejak jauh-jauh hari melakukan konsolidasi sekaligus sosialisasi sampai pada tingkat pengutus desa maupun pengurus kecamatan.

Konsolidasi ini bertujuan untuk lebih memperkuat dan membangun koordinasi dan komunikasi kader serta dapat menyerap aspirasi akar rumput (arus bawah). Mengambil pelajaran dari kekalahan Partai Golkar pada beberapa Pilkada di beberapa tempat yang disebabkan oleh kurangnya konsolidasi koordinasi dan komunikasi yang dilakukan menyebabkan beliau saat ini lebih mengintensifkan pertemuan-pertemuan konsolidasi dengan kader diberbagai wilayah di Jabar.

 

Bantuan Usaha bagi Masyarakat Miskin Indramayu

23 Jul

Berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Indramayu untuk mengatasi kemiskinan di Kabupaten Indramayu, Jabar, masalah kemiskinan adalah masalah yang cukup serius di Indramayu, ini disebabkan oleh faktor budaya setempat yang menganggap kemiskinan adalah hal yang biasa disamping itu gaya hidup yang cenderung konsumtif juga memiliki andil yang cukup besar terhadap kemiskinan di Indramayu.

Melalui upaya yang digencarkan Yance Irianto, Bupati Indramayu saat itu dalam rangka memberantas kemiskinan, terwujud berbagai program-program yang mempunyai tujuan untuk memberantas kemiskinan yang terjadi didaerahnya. Salah satUnya adalah pembekalan keterampilan dan program pelatihan yang pemberian bantuan modal usaha bagi mereka masyarakat miskin. Besarnya kepedulian dan perhatian Yance itu telah berhasil membantu mengubah kultur konsumtif sebagian penduduknya menjadi produktif.

Dalam upayanya tersebut Yance Irianto menggencarkan berbagai pelatihan dan bantuan kepada Usaha Ekonomi Produktif (UEP) pada 2008 dilaksanakan di Desa Leuwigesik, Kecamatan Krangkeng, Desa Cibereng, Kecamatan Terisi, dan Desa Karangkerta, Kecamatan Tukdana. Dan dalam usahanya untuk untuk mengentaskan kemiskinan beliau juga menyalurkan program pendampingan Kredit DAKABALAREA yang bekerja sama dengan PT. Bank Jabar untuk disalurkan kepada setidaknya 30 kelompok usaha dengan total anggaran Rp 372.500.000. Dimana masing masing kelompok bisa mendapatkan kredit modal usaha sebesar 5 juta rupiah s/d 20 juta rupiah.

Diharapkan dari penerimaan kredit usaha ini dapat meningkatkan kapasitas usahanya dan mampu menopang ekonomi kemuarga miskin dalam menjalani kehidupan sehingga mampu meningkatkan kemakmuran setiap masyarakat Indramayu agar tetap bertahan ditengah kompleksitas persoalan dalam masyarakat.

Bupati KBB Tak Teken MoU Pendanaan Pilgab

19 Jul

Bandung – Acara penandatangan kesepahaman bersama (memorandum of understanding-MoU) tak dihadiri Bupati Bandung Barat Abubakar. Kehadirannya diwakilkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Kabupaten Bandung Barat (KBB) Maman S Sunjaya. Otomatis Bupati KBB itu tidak menandatangani kesepahaman soal pendanaan.


Kehadiran Abubakar memang sangat ditunggu. Pasalnya DPRD KBB dan Pemkab KBB sudah jauh hari menolak pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) KBB yang digabung dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar pada 24 Februari 2013.

“Saya hanya menghadiri undangan ini mewakili Bupati. Soal lainnya nanti saja. Saya sebagai aparat pemerintahan hanya ingin menyampaikan bahwa saya datang menghadiri undangan dan menyampaikan surat dari DPRD tembusan kepada Gubernur Jabar,” kilah Maman di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Selasa (17/7/2012).

Hal itu dikatakan Maman usai menghadiri penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama antara Pemprov Jabar, Pemkab Sumedang, Pemkab Bandung Barat, Pemkot Cirebon, dan Pemkot Sukabumi tentang Pendanaan Bersama Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2013 di Ruang Sanggabuana Gedung Sate.

Saat ini, lanjut Maman, pihaknya masih menunggu fatwa Mahkamah Agung soal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Gabungan (Pilgab). Terlebih DPRD KBB telah mengirim surat permohonan fatwa MA yang belum ada jawabannya.

“Kita dapat surat dari DPRD KBB tentang fatwa MA yang belum turun. Soal menunggu fatwa turun atau bagaimana, kita lihat saja. Soalnya bukan wewenang saya untuk menjawabnya. Hanya itu yang saya baca dari surat DPRD tentang belum turunnya fatwa MA. Surat DPRD itu ditindaklanjuti oleh Bupati, untuk disampaikan ke Pak Gub (Gubernur),” tegasnya SUMBER ; http://www.inilahjabar.com