Tag Archives: Jawa Barat

Kampung Sampireun Garut

9 Agu

Kampung Sampireun Garut

Kampung Sampireun Garut, Jawa Barat dengan keindahan alami nya mampu menunjang industri wisata di Garut, lokasinya yang terletak diDesa Sukakarya, Kecamatan Samarang akan memanjakan pengunjung dengan suasana pedesaan yang begitu kental.

begitu sampai disini satu jam perjalanan dari Bandung tidak akan terasa. Keeindahan danau seluas 1,4 hektare, hijaunya pepohonan, dengan rumah-rumah dari bambu yang dibangun begitu dekat dengan bibir danau menjadi pemandangan pertama begitu tiba di lobi kawasan pariwisata ini. Bambu, kayu, dan hijaunya alam memang menjadi unsur dominan desain di dalam dan luar pondok-pondok yang disebut cabana dan lanai.

Tak hanya bisa melihat keindahan alamnya, sensasi menyeberangi danau menggunakan sampan juga menjamin setiap pengunjung betah berlama-lama disini. Makanan khas Sunda yang selalu disajikan disini juga menambah mantap jadwal wisata.

Kampung Sampireun Resor dibangun di antara taman yang dikelilingi pepohonan bambu, yang membuat lingkungan terasa lengang tapi nyaman. Tempat peristirahatan ini didesain dengan nuansa kampung tradisional Sunda.

Di Kampung Sampireun Garut pada saat pagi hari pengunjung akan disuguhi berbagai jajanan tradisional Sunda yang dijajakan dari perahu oleh pengelola kampung.

Iklan

Peran Strategis Masjid di Indramayu

7 Agu

Sebagai pusat pengembangan Islam, Masjid dan Musholah/Langgar memiliki peranan strategis. Karena itu, Kang Yance juga menaruh perhatian besar dalam memberdayakan Masjid dan Mushola di wilayahnya. Pada tahun 2007 jumlah Masjid di Indramayu sebanyak 767 Masjid. Sementara Musholah sebanyak 4.011 yang tersebar di berbagai pelosok Bumi Wiralodra.

Disatu kelurahan terdapat lebih dari 10 Mushola itu merupahan hal biasa di Indramayu. Bahkan ada salah di salah satu desa, seperti Sliyeg, terdapat 18 Mushola dengan 1 Masjid. Masyarakat di desa tersebut menjalankan ibadahnya setiap hari di Mushola.Namun untuk kegiatan sholat Jum’at dan kegiatan memperingati hari besar Islam biasanya diselenggarakan di Masjid yang ada di desa itu.

Dalam memperdayakan Masjid, Yance lebih banyak menekankan pada pembinaan imam Masjid yang tergabung dalam Forum Komunitas Imam Masjid (Forkim). Pembinaan ini di perlukan, karena imam Masjid merupakan aset paling besar dan merupakan ujung tombak untuk melakukan transformasi sosial keagamaan kearah yang lebih baik. Mereka itu diberikan berbagai pelatihan yang bermanfaat serta diberikan tunjangan daerah sama dengan pegawai lainnya. Setidaknya 1.200 imam Masjid yang mendapatkan tunjangan daerah sebesar Rp.100.000,- perbulan.

Untuk meningkatkan pengelolaan Masjid, Yance menyarankan dilakukan penilaian-penilaian terhadap kinerja Masjid dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat pengembangan Islam. Terhadap masjid yang memiliki prestasi Bupati memberikan dana stimulan, untuk masjid yang menduduki peringkat I diberi stimulan sebesar Rp.25.000.000, Peringkat II diberi stimulan sebesar Rp.20.000.000, dan Peringkat III diberi stimulan sebesar Rp.15.000.000.
Yance memiliki keperdulian terhadap kegiatan Masjid.

Selain dalam bidang fisik, juga mendinamisir kegiatan-kegiatan di Masjid, baik itu berupa meningkatkan manajemen dan administrasi DKM melalui bentuk diskusi maupun seminar-seminar baik yang di selenggarakan Forkim, Imaroh, maupun DKM Masjid. Kepedulian Yance juga ditunjukan dengan seringnya pria kelahiran Ambon ini untuk menghadiri pengajian di Masjid yang ada di berbagai pelosok Kabupaten Indramayu.

Atas kepedulian Yance terhadap Pemberdayaan Masjid, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Dewan Masjid Indonesia Jawa-Barat pada tanggal 12 Februari 2007 Menganugerahkan DMI Award kepada bapak tiga orang anak ini, karena dinilai mendukung program pemberdayaan Masjid.

Perubahan Kultur Destruktif ke Konstruktif di Indramayu

4 Agu

Dalam masa pemerintahan Yance Irianto 2000-2001, perubahan kultur yang sangat signifikan cepat dilihat, tidak saja oleh masyarakat Indramayu, tetapi juga masyarakat di luar Indramayu yang dikenal memiliki kultur destruktif, pelan tapi pasti kini telah bergeser menuju kultur konstruktif. Bila di awal kepemimpian Yance, Indramayu selalu dikacaukan dengan tawuran antar warga, kini tawuran semacam itu telah terkubur seirama dengan bangkitnya kultur konstruktif di tengah-tengah masyarakat Indramayu, akibat transformasi yang dilakukan oleh Yance, tak berlebihan bila Yance mendapat julukan sebagai pemimpin yang revolusioner, sebuah sebutan yang menggambarkan keberaniannya dalam membuat berbagai terobosan. Dari sesuatu yang dianggap kebanyakan orang tidak mungkin, menjadi mungkin di tangan Yance. Ia mampu membalikkan sebuah keadaan yang “gelap” menjadi “terang”, karena itu ia merupakan reformis sejati.(www.kangyance.com)
Berbagai terobosan yang ia lakukan telah menuai keberhasilan di Indramayu, dan sudah sepantasnya jika Yance menggunakan pemikiran dan segala inovasinya untuk memajukan Jawa Barat walaupun dengan bentuk yang berbeda.

 

Pantai Jayanti Cianjur

3 Agu

Pantai Jayanti Cianjur memang belum seterkenal pantai pangandaran atau pelabuhan ratu padahal pemandangan indah, air dan udara yang belum tercemar menjadikan pantai ini tak kalah menarik untuk dikunjungi para pecinta pemandangan alam.

Namun jarak yang jauh sekitar 143 km dari kota Cianjur serta sarana jalan yang belum memadahi memang menjadi kendala untuk menikmati pantai ini.

yang khas di pantai Jayanti adalah terdapat bangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), serta di depannya terdapat kios-kios pengecer ikan dan kios jajanan lain serta warung nasi yang dapat menyediakan ikan bakar sesuai pesanan.

Pantai Jayanti bisa ditempuh dari Kota Cianjur dan Bandung melalui dua ruas jalan, yakni ruas jalan Kota Cianjur-Sindangbarang-Cidaun dan Bandung-Ciwidey-Naringgul-Cidaun.

Pantai Jayanti Cianjur terus mengalami pembenahan seperti pembangunan dermaga, penanaman pohon perndang dan pembangunan kios untuk pedagang yang akan menambah apik kawasan wisata yang belum tercemar polusi ini. sumber :www.jawa-barat.com

Permintaan Dendeng Ikan Indramayu Meningkat 100 Persen

2 Agu

Permintaan Dendeng Ikan di Indramayu Jawa Barat meningkat pada pertengahan Ramadan ini. Akibatnya sejumlah perajin kewalahan karena bahan baku dipasaran tak sebanding dengan permintaan yang ada.

Rasmini perajin ikan dendeng di Indramayu mengatakan bahwa gejala peningkatan permintaan itu sudah terlihat sejak awalRamadhan. Permintaan tidak hanya dari lokal tetapi juga datang dari luar kota seperti Cirebon,Majalengka dan Jakarta. Sementara itu, jumlah tangkapan ikan segar nelayan beberapa pekan terakhir mulai berkurang. ” Kita kadang sering kehabisan. Sebab bahan ikan tak sebanyak bulan sebelumnya ” ujar Rasmini kepada wartawan Kamis (2/8)

Diungkapkan Rasmini, ikan dendeng merupakan makanan khas Indramayu. Makanan ini menjadi semacam lauk wajib masyarakat seperti halnya tahu dan tempe. Karena itu harganya juga murah. Makanan ini sering menjadi cadangan lauk, karena mampu bertahan lama meski tidak diawetkan dengan bahan kimia. Rasanya juga gurih karena sebelumnya diolah dengan bumbu khusus.

Rasmini menambahkan , pada hari biasa dalam satu hari dia mengolah sekitar 100- 200 kilogram dendeng ikan. Beberapa hari ini dia mengolah lebih dari 400 kilogram dan semuanya habis terjual.

Jabar Butuh Pemimpin Yang Cerdas

31 Jul

Jabar yang mempunyai wilayah yang sangat luas tentu saja mempunyai problemantika yang sangat beragam di masing-masing daerah, keberagaman ini mengharuskan seorang pemimpin yang harus mempunyai keunggulan dan kecerdasan dalam mengembangkan program yang berkaitan dengan pemerintahan dan kesejahteraan masyarakatnya.

Tampilnya Yance Irianto seolah menjadi harapan baru masyarakat Jawa Barat menyikapi kepemimpinan selama ini yang cenderung berjalan lambat dan pasif, program-program yang dijalankannya pun hanya meneruskan program yang terdahulu dan terkesan kurang inovatif.

Selama beliau menjabat sebagai Bupati Indramayu, Yance telah membuktikan diri sebagai seorang inovator dengan program “Remaja”-nya. Meski tak harus sama, namun gagasan-gagasan dan inovasi Kang Yance sangat dibutuhkan untuk membangun propinsi Jawa Barat.

Yance adalah seorang yang tegas, berani,cerdas dan revolusioner, Jawa barat membutuhkan figur Gubernur yang seperti Yance yang berani, merancang inovasi-inovasi baru yang ternyata berhasil memajukan Indramayu.

Jawa Barat ini tidak membutuhkan pemimpin copy paste (peniru red.), harus mempunyai gagasan-gagasan yang cerdas demi rakyatnya, harus ada yang berani dan membawa daerah dan rakyatnya menjadi lebih baik dan sejahtera.

 

Mantan Kuwu Kuningan Sepakat Mendukung Yance

28 Jul

Besarnya dukungan kepada Yance untuk maju sebagai calon Gubernur Jabar dari Partai Golkar datang tak hanya dari partai partai politik tetapi dukungan tersebut juga datang dari berbagai lapisan masyarakat, serta organisasi, seperti dari APDESI Kuningan yang membawahi juga mantan-mantan kuwu se kabupaten Kuningan, dukungan ini sangat beralasan karena, mereka menilai Yance dinilai merupakan sosok pemimpin yang cerdas, lugas, tegas, serta amanah dalam menjalankan kepemimpiannya, tak hanya itu beliau juga merupakan sosok yang inovatif dalam menggali berbagai potensi dan program.

Hasil kerja dari Yance ini terbukti dari apa yang beliau kerjakan di Indramayu telah berhasil membuat Indramayu menjadi Kabupaten yang cukup berhasil melaksanakan pembangunan. Kepemimpinan yang seperti inilah yang sekarang memang ditunggu-tunggu kehadirannya di Jawa Barat, seorang pemimpin yang tidak hanya mengumbar janji-janji manis tetapi tidak menepatinya ketika terpilih.