Tag Archives: yance

Yance Aktif Sambagi Kader Golkar se-Jabar

13 Agu

Berdasarkan hasil polling salah satu lembaga survei nama Dr. H. Irianto MS Syafiuddin atau akrab disapa Kang Yance yang juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar Jabar masuk dalam urutan 3 besar, hasil survei tersebut memantapkan langkahnya untuk maju dalam Pilgub Jabar 2013.

Hasil polling menyatakan bahwa Dede Yusuf 40%, Aher 22% sedangkan Yance 19%, atas raihan tersebut Yance terus mengadakan konsolidasi organisasi ke tiap-tiap daerah. Salah satu cara yang ditempuhnya dalam Bulan ramadhan ini adalah melalui acara buka bersama.
Setiap hari Kang Yance yang juga mantan Bupati Indramayu 2 periode tersebut menyambangi pengurus dan kader DPD II Partai Golkar se-Jabar yang dikemas melalui acara buka bersama. Melalui acara tersebut diharapkan akan terjalin komunikasi yang baik dengan pengurus dan kader tingkat II sehingga partai akan semakin solid untuk memenangkan Pilgub Jabar 2013 mendatang

 

 

Iklan

Golkar Siapkan Pendamping Kang Yance

10 Agu

Setidaknya suda ada 5 nama calon Cawagub yang sudah masuk ke pusat yang akan diproyeksikan mendampingi Dr. H. Irianto Ms Syafiuddin atau akrab di sapa Kang Yance dalam Pilgub Jabar yang akan datang.

“Sudah ada 5 nama calon cawagub yang masuk ke DPP,” kata Kang Yance ditemui saat Safari Ramadhan di Bekasi beberapa waktu lalu.

Kang Yance menagku bahwa lima nama tersebut adalah urusan pusat bahkan dia sendiri tidak mengetahui nama-nama tersebut,

“Itu sudah menjadi urusan pusat, saya sendiri tidak mengetahui nama-nama itu,” katanya.

Menurutnya tidak masalah calon pendampingnya berasal dari mana, yang penting punya kemampuan terbaik.

“Siapapun dia orangnya yang akan mendampingi saya pasti orang tersebut yang terbaik,” paparnya.

Saat ditanya tentang belum keluarnya surat resmi dari DPP Golkar, Yance mengatakan bahwa selama ini belum ada surat resmi namun secara lisan sudah dikatakan pengurus pusat.

“Meski belum ada surat resmi dari DPP yang terpenting sudah ucapan lisan dari Ketua Umum dan pegurus pusat,” jelasnya.

Dari berbagai pernyataan Aburizal Bakrie memang selalu memperomosikan cagub Golkar adalah Yance, tak hanya itu Sekjen DPP Partai Golkar juga terang-terangan menyebut Cagub Golkar Jabar yang paling pas adalah Yance.

 

Indramayu Naik Kelas

8 Agu

Sikap keras Yance untuk meningkatkan IPM itu semakin terasa percepatannya pada periode yang kedua kepemimpinannya. Ketika pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2005 menggulirkan Program Pendanaan Kompetisi Akselerasi IPM (PPK-IPM) Indramayu terpilih menjadi salah satu pilot project. Melalui program ini, kabupaten/kota se Jawa Barat diberikan kesempatan untuk bersaing mendapatkan dana dari Pemprov Jabar untuk program peningkatan IPM dengan mengajukan proposal. Pada tahun 2006 terpilih 9 daerah pemenang PPK-IPM. Lalu pada tahun 2007, ditetapkan enam daerah penerima PPK-IPM. Selama dua tahun berturut-turut, Indramayu memperoleh dana PPK-IPM.

Dengan perpaduan antara dana APBD dan dana PPK-IPM tersebut Indramayu berhasil menggeser posisi Kabupaten Cirebon, yang tidak mendapatkan dana PPK-IPM, menggeser posisis IPM terendah. Angka IPM Indramayu pada 2005 naik menjadi 65,93 mengalahkan Kabupaten Cirebon dengan IPM 65,51. Akan tetapi, naiknya IPM ini lebih disebabkan oleh naiknya Indeks Daya Beli (IDB). Sementara Indeks Pendidikan (IP) Indramayu masih dibawah Kabupaten Cirebon dan masih terendah di Jawa Barat. Namun mulai tahun 2007, posisi Indramayu perkembangan angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah maupun IPM cukup signifikan. Pada tahun 2007 angka melek huruf (AMH) mencapai 82,24 dan angka Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) mencapai 6,23 hingga menyumbang IPM 67,40. Begitu pula tahun 2008, AHM sebesar 88,58 dan RLS 6,51 dan IPM mencapai 68,64.

Dari gambaran tersebut memperlihatkan pergeseran kualitas pembangunan manusia di Indramayu. Bila di awal level Yance pada periode ke dua (2005-2006) level pembangunan manusia di Kabupaten Indramayu berada pada level menengah ke bawah (IPM antara 50,00-66,00), yaitu 64,48 (2005) dan 65,93 (2006). Pada 2007-2008 level pembangunan manusia di Kabupaten Indramayu sudah masuk pada level menengah atas (IPM antara 66,00-79) dimana IPM Indramayu mencapai 67,40 (2007) dan 68, 64(2008).

Angka-angka tersebut mengindikaasiskan adanya upaya keras dari Yance dalam menjalankan program untuk meningkatkan kualitas pembangunan manusia. Tak berlebihan bila pada tahun 2007 dan 2008, ia kebanjiran berbagai penghargaan yang terkait dengan kualitas pembangunan manusia. Pada tahun 2007 ia memperoleh penghargaan Pelaksana Terbaik Program Kompetisi Indeks Pembangunan Manusia (PPK-IPM) tingkat provinsi Jawa Barat dan Anugerah Aksara Tingkat Pertama Nasional. Sementara pada tahun 2008, H. Irianto dianugerahi award: Anugerah Aksara Tingkat Pertama Nasional, Vocational Award Kualifikasi Cluster, Penghargaan Tingkat Provinsi Jawa Barat atas Dukungan dan Komitmen Tertinggi dalam Peningkatan IPM di wilayahnya, dan Rintisan Wajar Dikdas 12 tahun di Jawa Barat.

Bagi Yance dalam meningkatkan kualitas pembangunaan manusia itu bukanlah sekedar untuk mengejar penghargaan. Yang lebih esensial baginya, dengan meningkatkan IPM, menjadi cermin program-program peningkatan kualitas manusia di Indramayu semakin dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Kalaupun di kemudian hari ada pihak yang mmeberikan penghargaan, ini merupakan dampak positif untuk memberikan motivasi, bahwa apa yang ia lakukan itu mengarah pada hal yang benar sebagaimana preferensi umum yang berlaku ditempat lain, baik secara regional, nasional maupun internasional. Bahkan capaian Kabupaten Indramayu dalam soal pendidikan ini juga telah diuji secara akademik oleh guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melalui desertasi doktornya dalam bidang Administrasi Pendidikan, hingga meraih predikat cumlaude. Yance menjadi salahsatu dari sedikit kepala daerah yang berhasil mengangkat pemerintahannya menjadi sebuah desertasi yang tentu saja memperkaya khasanah akademik di tanah air.

Peran Strategis Masjid di Indramayu

7 Agu

Sebagai pusat pengembangan Islam, Masjid dan Musholah/Langgar memiliki peranan strategis. Karena itu, Kang Yance juga menaruh perhatian besar dalam memberdayakan Masjid dan Mushola di wilayahnya. Pada tahun 2007 jumlah Masjid di Indramayu sebanyak 767 Masjid. Sementara Musholah sebanyak 4.011 yang tersebar di berbagai pelosok Bumi Wiralodra.

Disatu kelurahan terdapat lebih dari 10 Mushola itu merupahan hal biasa di Indramayu. Bahkan ada salah di salah satu desa, seperti Sliyeg, terdapat 18 Mushola dengan 1 Masjid. Masyarakat di desa tersebut menjalankan ibadahnya setiap hari di Mushola.Namun untuk kegiatan sholat Jum’at dan kegiatan memperingati hari besar Islam biasanya diselenggarakan di Masjid yang ada di desa itu.

Dalam memperdayakan Masjid, Yance lebih banyak menekankan pada pembinaan imam Masjid yang tergabung dalam Forum Komunitas Imam Masjid (Forkim). Pembinaan ini di perlukan, karena imam Masjid merupakan aset paling besar dan merupakan ujung tombak untuk melakukan transformasi sosial keagamaan kearah yang lebih baik. Mereka itu diberikan berbagai pelatihan yang bermanfaat serta diberikan tunjangan daerah sama dengan pegawai lainnya. Setidaknya 1.200 imam Masjid yang mendapatkan tunjangan daerah sebesar Rp.100.000,- perbulan.

Untuk meningkatkan pengelolaan Masjid, Yance menyarankan dilakukan penilaian-penilaian terhadap kinerja Masjid dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat pengembangan Islam. Terhadap masjid yang memiliki prestasi Bupati memberikan dana stimulan, untuk masjid yang menduduki peringkat I diberi stimulan sebesar Rp.25.000.000, Peringkat II diberi stimulan sebesar Rp.20.000.000, dan Peringkat III diberi stimulan sebesar Rp.15.000.000.
Yance memiliki keperdulian terhadap kegiatan Masjid.

Selain dalam bidang fisik, juga mendinamisir kegiatan-kegiatan di Masjid, baik itu berupa meningkatkan manajemen dan administrasi DKM melalui bentuk diskusi maupun seminar-seminar baik yang di selenggarakan Forkim, Imaroh, maupun DKM Masjid. Kepedulian Yance juga ditunjukan dengan seringnya pria kelahiran Ambon ini untuk menghadiri pengajian di Masjid yang ada di berbagai pelosok Kabupaten Indramayu.

Atas kepedulian Yance terhadap Pemberdayaan Masjid, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Dewan Masjid Indonesia Jawa-Barat pada tanggal 12 Februari 2007 Menganugerahkan DMI Award kepada bapak tiga orang anak ini, karena dinilai mendukung program pemberdayaan Masjid.

Kang Yance Aktif Kunjungi Kader Golkar se-Jabar

6 Agu

Menurut survei yang dilakukan salahsatu lembaga menyatakan bahwa Kang Yance masuk dalam jajaran 3 besar calon favorit gubernur Jabar. Menurut survei tersebut prosentase Dede Yusuf 40%, Aher 22% sedangkan Yance 19%, atas raihan tersebut Yance terus mengadakan konsolidasi organisasi ke tiap-tiap daerah. Salah satu cara yang ditempuhnya dalam Bulan Ramadhan ini adalah melalui acara buka bersama.

Setiap hari Kang Yance yang juga mantan Bupati Indramayu 2 periode tersebut menyambangi pengurus dan kader DPD II Partai Golkar se-Jabar. Melalui acara tersebut (buka bersama -red) diharapkan akan terjalin komunikasi yang baik dengan pengurus dan kader tingkat II sehingga partai akan semakin solid untuk memenangkan Pilgub Jabar 2013 mendatang

 

Perubahan Kultur Destruktif ke Konstruktif di Indramayu

4 Agu

Dalam masa pemerintahan Yance Irianto 2000-2001, perubahan kultur yang sangat signifikan cepat dilihat, tidak saja oleh masyarakat Indramayu, tetapi juga masyarakat di luar Indramayu yang dikenal memiliki kultur destruktif, pelan tapi pasti kini telah bergeser menuju kultur konstruktif. Bila di awal kepemimpian Yance, Indramayu selalu dikacaukan dengan tawuran antar warga, kini tawuran semacam itu telah terkubur seirama dengan bangkitnya kultur konstruktif di tengah-tengah masyarakat Indramayu, akibat transformasi yang dilakukan oleh Yance, tak berlebihan bila Yance mendapat julukan sebagai pemimpin yang revolusioner, sebuah sebutan yang menggambarkan keberaniannya dalam membuat berbagai terobosan. Dari sesuatu yang dianggap kebanyakan orang tidak mungkin, menjadi mungkin di tangan Yance. Ia mampu membalikkan sebuah keadaan yang “gelap” menjadi “terang”, karena itu ia merupakan reformis sejati.(www.kangyance.com)
Berbagai terobosan yang ia lakukan telah menuai keberhasilan di Indramayu, dan sudah sepantasnya jika Yance menggunakan pemikiran dan segala inovasinya untuk memajukan Jawa Barat walaupun dengan bentuk yang berbeda.

 

Yance, Pilihan Rakyat

2 Agu

Keberhasilan Yance memimpin Indramayu selama, kurun waktu tahun 2000-2005 yang dinilai sangat berhasil dalam memajukan berbagai lini pembangunan di Indramayu. Membawanya dipilih kembali untuk kedua kalinya, 2005-2010, dengan meraup dukungan sebesar 67.72% merefleksikan bahwa masyarakat Indramayu menginginkan keberlanjutan pembangunan yang dibawa Yance.

67.72% merupakan dukungan yang sangat besar untuk ukuran Pulau Jawa waktu itu. Besarnya dukungan tersebut merupakan jawaban atas upaya sejumlah kelompok untuk mendelegitimasikan kepemimpinan Bupati H. Irianto MS Syafiuddin sebelum pilkada untuk masa jabatan kedua kali. Masyarakat Indramayu tidak diprovokasi oleh kalangan elit untuk menentukan pimpinannya. Mereka sudah cukup dewasa untuk menentukan siapa yang harus menjadi nahkoda kapal besar yang harus mengarungi samudera luas.